fin.co.id - Proses serah terima jabatan (sertijab) di Kementerian Koperasi dan UKM resmi digelar pada Selasa, 9 September 2025. Acara berlangsung sehari setelah Presiden Joko Widodo menetapkan reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta.
Dalam prosesi yang berlangsung di kantor Kemenkop, Jakarta Selatan, Budi Arie Setiadi secara resmi menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Ferry Juliantono, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Koperasi.
Ucapan Terima Kasih Budi Arie
Dalam sambutannya, Budi Arie menyampaikan penghargaan kepada seluruh pegawai dan keluarga besar Kementerian Koperasi yang telah mendukung selama masa jabatannya. “Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dedikasi, kerja keras, dan inovasi yang telah ditunjukkan dalam menjalankan program Kemenkop,” ujarnya.
Budi Arie juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi. “Saya manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan. Jika ada kebijakan, koordinasi, atau komunikasi yang kurang sempurna, saya memohon maaf dengan tulus,” katanya menambahkan.
Ferry Juliantono Siap Lanjutkan dan Akselerasi Program
Sementara itu, Ferry Juliantono yang kini menjabat sebagai Menteri Koperasi periode 2024–2029 menyampaikan apresiasi kepada Budi Arie beserta jajarannya. Ia menilai capaian dan inovasi yang ditorehkan selama kepemimpinan sebelumnya akan menjadi fondasi penting untuk langkah selanjutnya.
“Saya membutuhkan dukungan dan komitmen dari seluruh jajaran. Program-program yang sudah berjalan akan kami lanjutkan, sekaligus kami akselerasi untuk membawa koperasi semakin berdaya saing,” tutur Ferry.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga semangat kebersamaan di lingkungan Kementerian. “Kita harus menjadikan kebersamaan ini sebagai energi positif untuk menjalankan amanah dengan integritas dan dedikasi tinggi,” imbuhnya.
Momentum Baru Bagi Koperasi
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum bagi Kementerian Koperasi untuk mempercepat program strategis, memperkuat peran koperasi di tengah ekonomi nasional, dan mendorong pemberdayaan usaha kecil menengah di seluruh Indonesia. (Bianca Khairunnisa)