Internasional . 11/09/2025, 14:02 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Kabar kematian Kirk langsung diumumkan Donald Trump melalui media sosial. Ia menyebut sosok berusia 31 tahun itu sebagai "Hebat, dan bahkan Legendaris." Dalam video yang dirilis kemudian, Trump menyebut Kirk sebagai "martir untuk kebenaran dan kebebasan" sekaligus menuding retorika "kiri radikal" sebagai pemicu tragedi ini.
Sementara itu, Utah Valley University mengevakuasi seluruh area kampus, membatalkan perkuliahan, dan menutup akses hingga pemberitahuan lebih lanjut. Polisi bersenjata melakukan patroli, mendatangi rumah warga sekitar kampus, dan meminta informasi terkait pelaku.
Kontroversi Kehadiran Kirk
Acara bertajuk "Tur Kembalinya Kirk ke Amerika" itu sebelumnya sudah memicu pro-kontra di kampus. Petisi online untuk melarang Kirk tampil sempat mendapat hampir 1.000 tanda tangan. Namun, pihak universitas menegaskan komitmen terhadap kebebasan berbicara sesuai Amandemen Pertama Konstitusi AS.
Charlie Kirk sendiri sempat menyinggung kontroversi kunjungannya melalui unggahan di media sosial X minggu lalu. Ia menulis, "Apa yang terjadi di Utah?"
Penembakan ini pun mendapat kecaman luas dari berbagai kalangan politik. Tidak hanya para sekutu Republik Kirk, tetapi juga pejabat Demokrat yang bersatu mengutuk kekerasan tersebut. Trump bahkan memerintahkan bendera diturunkan setengah tiang sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi Kirk.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media