fin.co.id - Universitas Esa Unggul bekerja sama dengan STIKes Fatmawati menghadirkan program “Emergency Youth Team” untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di kawasan padat penduduk. Program yang didukung Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kemenristek/Dikti Tahun Anggaran 2025 ini melibatkan Karang Taruna dan kelompok Dasa Wisma RW 003 Kalideres, Jakarta Barat.
Selama enam bulan, sebanyak 35 peserta dilatih keterampilan evakuasi cepat, pertolongan pertama, hingga deteksi dini kegawatdaruratan kesehatan. Pelatihan diberikan melalui penyuluhan, praktik lapangan, dan simulasi penanganan darurat bersama tim dosen dan mahasiswa Universitas Esa Unggul serta STIKes Fatmawati.
“Kami berharap para peserta dapat menjadi garda terdepan pertolongan gawat darurat di lingkungannya. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang keselamatan korban,” ujar Ketua Pelaksana Kartini, M.Kep., Sp.Kep.Mat dalam keterangannya, Kamis, 11 September 2025.
Materi yang diberikan mencakup komunikasi darurat, koordinasi dengan tenaga kesehatan, penanganan pasien tersedak, bantuan hidup dasar (BHD), evakuasi pasien di permukiman padat, pertolongan pertama luka bakar, hingga deteksi dini stroke. Peserta juga dikenalkan dengan Early Warning Score (EWS) untuk mendeteksi kehamilan berisiko.
Ketua Karang Taruna Kalideres, Muhammad Kevin Gifari, mengapresiasi program tersebut. “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Pemuda Karang Taruna jadi lebih siap menolong warga saat kondisi darurat,” katanya.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta. Mereka kini lebih sigap dalam memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi aman di wilayah padat penduduk, hingga mengenali tanda-tanda risiko kesehatan sejak dini.