Cocoa Life Dorong Kakao Berkelanjutan di Lampung, Libatkan Puluhan Ribu Petani

news.fin.co.id - 13/09/2025, 21:36 WIB

Cocoa Life Dorong Kakao Berkelanjutan di Lampung, Libatkan Puluhan Ribu Petani

Situasi Kunjungan Langsung ke Perkebunan Kakao Rakyat yang Didukung Mondelez Indonesia melalui Program Cocoa Life di Lampung, meliputi kunjungan ke kebun entres klon Monika 1 & Monika 2, dan rumah pembibitan (nursery kakao) di Lampung.

fin.co.id - Kakao bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan. Tanaman ini mampu menjaga kesuburan tanah dengan sistem perakaran yang baik, dapat tumbuh di bawah naungan pohon lain, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui kemitraan dengan berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikan Zainudin, dari Keasdepan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, mewakili Nani Hendiarti selaku Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dalam kunjungan ke perkebunan kakao rakyat di Kabupaten Pringsewu, Lampung seperti dikutip dalam keterangannya, Sabtu, 13 September 2025.

“Melalui program Cocoa Life, Mondelez Indonesia berupaya mewujudkan sektor kakao berkelanjutan dengan memperkuat kemitraan antara petani dan komunitas sekitar,” jelas Zainudin.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Pringsewu, Elis Martatiasih, yang hadir mewakili Plt Kepala Dinas Pertanian menegaskan, kakao merupakan salah satu komoditas unggulan Provinsi Lampung.

Advertisement

“Sinergi dengan Cocoa Life sangat sejalan dengan visi daerah untuk mewujudkan Pringsewu MAKMUR (Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius). Kami berharap program ini terus berlanjut,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan Mondelez International, Cocoa Life mencatat sejumlah pencapaian hingga akhir 2024. Program ini telah memberdayakan 32.500 petani di 310 desa, membangun 120 rumah pembibitan kakao yang menyalurkan lebih dari 7 juta bibit kakao unggul, serta 635 ribu bibit pohon penaung yang bernilai ekonomis.

Selain itu, Cocoa Life juga telah melakukan pemetaan dan pemantauan lebih dari 31.500 perkebunan kakao di tujuh provinsi, yakni Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Head of Sustainability Mondelez Indonesia, Andi Sitti Asmayanti, menegaskan, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi kakao.

“Cocoa Life juga mengedepankan pemberdayaan komunitas, peningkatan kesejahteraan petani, pelestarian lingkungan, serta pemulihan hutan sebagai habitat kakao. Harapannya, program ini mendorong perubahan positif bagi sektor kakao Indonesia,” tuturnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID