3 Juta Rumah . 29/09/2025, 23:09 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Bank Indonesia menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) dari 5 persen menjadi 4 persen guna meningkatkan likuiditas perbankan. Selain itu, pemerintah menaikkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit per tahun.
Pemerintah melibatkan sektor swasta untuk memperkuat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini mendorong perbaikan rumah tidak layak huni sekaligus mengurangi backlog perumahan di Indonesia.
Melalui koordinasi Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan lembaga lain termasuk Danantara, pemerintah membuka akses kredit program perumahan yang lebih fleksibel. Skema ini memberi peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan.
Tidak hanya bank Himbara, kini bank swasta juga mendapat mandat untuk menyalurkan kredit FLPP. Hal ini bertujuan mempercepat pemerataan akses pembiayaan di seluruh daerah.
Pemerintah memperluas program FLPP agar menjangkau segmen pekerja seperti guru, buruh pabrik, asisten rumah tangga (ART), hingga pekerja informal lainnya. Dengan begitu, lebih banyak lapisan masyarakat bisa memiliki rumah sendiri.
Dengan target ambisius dan kebijakan strategis tersebut, pemerintahan Prabowo menegaskan bahwa perumahan rakyat bukan sekadar program pembangunan. Ia menempatkan perumahan sebagai pilar kesejahteraan dan penggerak utama ekonomi nasional. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media