Hamas Bahas Rencana Gencatan Senjata yang Diusulkan Trump: Tapi Banyak Keberatan

news.fin.co.id - 03/10/2025, 09:41 WIB

Hamas Bahas Rencana Gencatan Senjata yang Diusulkan Trump: Tapi Banyak Keberatan

Ilustrasi - Para pejuang dari kelompok Hamas. ANTARA/Anadolu

fin.co.id - Kelompok Hamas mengonfirmasi bahwa mereka akan segera memberikan tanggapan resmi terhadap rencana gencatan senjata yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Meskipun menyambut baik langkah menuju kesepakatan, salah satu pemimpin Hamas, Mohammed Nazzal, mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki sejumlah keberatan serius terhadap detail rencana tersebut.

“Hamas sedang membahas rencana tersebut dengan seksama, “Terlepas dari banyaknya keberatan yang kami miliki,” kata Mohammed Nazzal dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Al Jazeera yang bermarkas di Doha.

Nazzal menegaskan bahwa Hamas serius dalam upayanya mencapai kesepahaman, dan mereka bertekad untuk tidak terpengaruh oleh tekanan.

Advertisement

Ia menambahkan bahwa Hamas serius dalam mencari kesepahaman “di luar tekanan waktu dan ancaman.”

Menurut Nazzal, proses konsultasi intensif telah dilakukan, baik secara internal maupun dengan berbagai pihak eksternal, termasuk faksi-faksi Palestina lainnya, tokoh independen, dan para mediator yang terlibat.

Ia memastikan bahwa hasil akhir dari pembahasan ini akan berpegang teguh pada kepentingan rakyat Palestina.

Nazzal menambahkan: "Tanggapan final kami akan mengutamakan kepentingan rakyat Palestina dan prinsip-prinsip strategis perjuangan Palestina."

Isi Rencana Gencatan Senjata AS:

Sebagai informasi, Gedung Putih merilis rencana terperinci ini pada 29 September. Inti dari proposal AS adalah seruan untuk gencatan senjata segera di Gaza, diikuti oleh program komprehensif untuk rekonstruksi wilayah dan reorganisasi situasi politik serta keamanan di sana.

Rencana tersebut secara spesifik mengusulkan agar Gaza dijadikan wilayah bebas senjata, dengan mekanisme pemerintahan transisional. Penerapan rencana ini akan diawasi langsung oleh Presiden Trump melalui pembentukan badan internasional baru yang bertugas memonitor implementasi seluruh program.

Hal itu mencakup pembebasan seluruh sandera Israel yang ditawan Hamas dalam waktu 72 jam, dengan imbalan pembebasan ratusan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Advertisement

Rencana tersebut menetapkan penghentian permusuhan, perlucutan senjata kelompok perlawanan Palestina, dan penarikan bertahap Israel dari Gaza, yang akan diatur oleh otoritas teknokratis di bawah pengawasan badan internasional yang dipimpin oleh presiden AS.

Trump mengatakan akan memberi Hamas waktu "tiga atau empat hari" untuk menanggapi usulannya untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir dua tahun di Gaza.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID