fin.co.id – Panggung politik Prancis lagi-lagi bikin geger! Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, resmi 'angkat kaki' dari jabatannya pada Senin, 6 Oktober 2025. Yang bikin shook, pengunduran diri ini terjadi kurang dari 24 jam setelah ia pede mengumumkan susunan kabinet barunya!
Alhasil, pemerintahan Lecornu ini langsung dicap sebagai yang paling singkat dalam sejarah modern Prancis. Nggak heran, publik terkejut, pasar keuangan kebakaran jenggot, dan oposisi langsung teriak-teriak minta Pemilu!
Kenapa Bisa Secepat Itu? Kabinet 'Rapuh' Jadi Pemicu!
Keputusan mendadak ini sudah dikonfirmasi langsung oleh Kantor Presiden Emmanuel Macron. Lecornu dan para menterinya sudah resmi diterima pengunduran dirinya.
Langkah 'banting setir' ini diduga kuat dipicu oleh gejolak politik parah akibat susunan kabinet baru Lecornu. Kabinet itu sendiri adalah koalisi super rapuh antara kelompok sentris dan konservatif yang udah dikritik sejak awal.
Maklum, Lecornu ini baru diangkat kurang dari sebulan (tepatnya 27 hari) dan sudah jadi PM ketiga yang mundur dalam waktu belum genap setahun. Ally dekat Macron ini memang berada di posisi sulit.
Oposisi: 'Macron, Mending Bubar Aja!'
Keputusan ini bak bensin disiram api. Oposisi, baik dari sayap kiri maupun kanan, langsung gaspol menekan Macron. Tuntutannya enggak main-main: gelar Pemilu legislatif dini, atau bahkan Macron sendiri yang mundur!
Partai Sosialis (Kubu Kiri) menilai sudah saatnya kekuasaan dipegang PM dari kubu kiri.
Marine Le Pen (Sayap Kanan Nasionalis) bilang, satu-satunya solusi adalah Pemilu baru. "Farsi ini sudah berlangsung cukup lama," tegasnya, kesal.
Drama Anggaran & Pasar Keuangan Deg-degan
Gejolak politik ini langsung bikin pasar keuangan ketar-ketir. Mundurnya Lecornu dikhawatirkan akan menghambat pengesahan anggaran akhir tahun yang krusial buat ngerem defisit dan utang negara yang meledak.
Padahal, Lecornu harusnya mempresentasikan rancangan anggaran itu hari Selasa. Ia sempat berusaha menjaga aliansi dan ngotot tak akan pakai hak konstitusional untuk ngesahkan anggaran tanpa suara parlemen.
Namun, Lecornu belakangan curhat di media sosial. Ia menuding partai-partai gagal memanfaatkan kesempatan, menyalahkan "selera partisan" politisi yang malah sibuk siap-siap Pemilu daripada cari titik temu. "Masing-masing partai politik ingin partai lain mengadopsi seluruh platformnya," keluhnya.
Inti Masalah: Macron Nggak Mau Kompromi?
Di sisi lain, oposisi menunjuk hidung Macron sebagai akar masalah. Mereka menuduh sang Presiden ogah menunjuk PM dari luar lingkaran politiknya, padahal kubu sentrisnya sudah keok di parlemen.
Jean-Luc Mélenchon (Kubu Kiri) menuding Macron nggak mau menerima hasil Pemilu parlemen dini yang dia gelar sendiri. "Sejak saat itu, republik dan demokrasi telah terdistorsi," ucapnya sambil menyerukan Macron mundur.
Pemicu langsung mundurnya Lecornu disebut karena kemarahan mendadak Partai Republik (konservatif) yang nggak terima Bruno Le Maire, politisi sentris sekutu Macron, diangkat jadi Menteri Pertahanan. Le Maire dianggap gagal ngontrol defisit saat menjabat Menkeu sebelumnya.
Kini, bola panas ada di tangan Macron. Ia wajib segera cari pengganti Lecornu yang bisa menenangkan pasar, membangun trust di parlemen, dan balikin stabilitas Prancis. Good luck, Macron!
Source: nytimes
24 Jam Umumkan Kabinet, PM Prancis Langsung RESIGN! Pemerintahan Terpendek Sejarah Modern
news.fin.co.id - 07/10/2025, 11:00 WIB
Tim Redaksi
Sebastien Lecornu (instagram/seblecornu)