fin.co.id - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas insiden tragis runtuhnya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
"Apa yang terjadi dalam Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, saya kira itu sebuah kejadian yang sangat memperihatinkan. Kejadian yang sangat memilukan kita semua, sampai memakan korban begitu banyak," ujar Muzani kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 7 Oktober.
"Tentu saja kami prihatin dan ikut berduka cita atas peristiwa tersebut," sambung dia.
Politikus Partai Gerindra ini meminta agar polisi segera mengusut penyebab peristiwa tersebut secara menyeluruh dan profesional.
"Kami percaya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan dan pengusutan ini sehingga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran penting bagi para penyelenggara pendidikan," kata Muzani.
Ia juga menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi bahan refleksi bersama dalam mengelola sarana pendidikan, baik yang berbasis keagamaan maupun non-keagamaan.
“Bahwa bangunan yang berstandar konstruksi juga sangat penting bagi keselamatan para siswa, para santri,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, bangunan tiga lantai yang mencakup musala di asrama putra Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin, 29 September 2025, saat ratusan santri sedang menunaikan salat Ashar berjemaah.
Gedung tersebut dilaporkan masih dalam tahap pembangunan ketika runtuh, memicu keprihatinan luas soal pengawasan dan kelayakan struktur bangunan pesantren.
Tim SAR gabungan yang melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan para relawan telah melakukan upaya maksimal dalam proses pencarian dan penyelamatan.
Hingga operasi evakuasi dinyatakan selesai, total korban mencapai 171 orang, dengan rincian:
- 104 orang selamat
- 67 orang meninggal dunia, termasuk 8 body part yang ditemukan dari reruntuhan.
(Anisha Aprilia)