Sekolah di Pegunungan Bintang Dibakar KKB, Aparat Gabungan Diterjunkan ke Lokasi

news.fin.co.id - 08/10/2025, 10:32 WIB

Sekolah di Pegunungan Bintang Dibakar KKB, Aparat Gabungan Diterjunkan ke Lokasi

Sekolah di Pegunungan Bintang Dibakar KKB, Aparat Gabungan Diterjunkan ke Lokasi

fin.co.id - Ketegangan kembali melanda Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, setelah aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengguncang wilayah tersebut.

Pada Selasa pagi, 7 Oktober 2025 sekitar pukul 07.45 WIT, kelompok bersenjata yang diidentifikasi sebagai KKB Ngalum Kupel dilaporkan membakar bangunan SMP Negeri Kiwirok yang berada di Desa Sopamikma.

Aksi pembakaran itu dilakukan oleh sekitar 16 orang tak dikenal yang datang dan merusak fasilitas pendidikan tersebut tanpa ampun. Insiden ini memicu kepanikan di kalangan warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Tak lama setelah peristiwa terjadi, aparat gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Pamtas Yonif RK 753, Satgas Prayuda (Mamta), Satgas BAIS, Satgas Rajawali, dan personel Polsek Distrik Kiwirok langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk mengamankan area serta melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembakaran.
Namun, saat aparat tiba, para pelaku telah melarikan diri ke arah Desa Delpem.

Untuk mencegah aksi lanjutan, tim segera memperkuat pengamanan di Desa Mangoldolki, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, guna mengantisipasi kemungkinan pembakaran terhadap SD Negeri Kiwirok.

Aparat Kecam Aksi KKB


Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengecam keras aksi keji tersebut.

"Serangan terhadap sekolah adalah tindakan keji yang menargetkan masa depan anak-anak Papua. Ini bukan hanya kejahatan terhadap negara, tetapi juga terhadap kemanusiaan. Kami akan terus memburu para pelaku dan memastikan wilayah Kiwirok tetap aman," katanya kepada awak media.

Aksi pembakaran ini bukan yang pertama kali menimpa SMP Negeri Kiwirok. Pada tahun 2021, sekolah yang sama juga pernah dibakar KKB.

Sejak saat itu, kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke SMP Negeri 1 Oksibil di Kota Oksibil.

Sementara itu Wakaops Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

"Kami meminta masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika melihat pergerakan mencurigakan. Aparat keamanan selalu hadir untuk melindungi dan menjamin keselamatan warga," ujarnya.

Aksi teror yang menyasar fasilitas pendidikan ini kembali menunjukkan upaya KKB menebar ketakutan di tengah masyarakat.

Namun demikian, Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan, melindungi masyarakat sipil, dan menegakkan hukum di Tanah Papua. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca