Indonesia Sambut Positif Gencatan Senjata Israel–Hamas di Gaza

news.fin.co.id - 10/10/2025, 16:37 WIB

Indonesia Sambut Positif Gencatan Senjata Israel–Hamas di Gaza

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono merespons sikap negara Kelompok Tujuh (G7) yang cenderung membela Israel, dalam pertempuran Iran-Israel.

p class="pf0">fin.co.id — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) merespons tanggapan resmi terkait kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di wilayah Gaza. Pemerintah Indonesia menyatakan dukungan dan apresiasinya atas langkah tersebut sebagai upaya menuju perdamaian yang berkelanjutan.

“Indonesia menyambut baik gencatan  senjata  fase  pertama di Gaza dan penghentian  kekerasan secara permanen ,” demikian pernyataan resmi  Kemlu RI yang disampaikan melalui akun X (sebelumnya Twitter), Jumat, 10 Oktober 2025.

Kemlu menegaskan bahwa  kesepakatan ini diharapkan dapat  menjadi  pintu bagi dibukanya  akses bantuan kemanusiaan yang lebih luas untuk masyarakat Gaza yang terdampak  konflik  berkepanjangan .

Selain itu, pemerintah Indonesia juga menyerukan agar komunitas  internasional menjadikan momentum gencatan  senjata ini sebagai  titik  awal untuk menghidupkan  kembali proses perdamaian yang berlandaskan Solusi Dua Negara.

Advertisement

“Indonesia mendorong  masyarakat  internasional untuk memulai  kembali proses perdamaian di Palestina berdasarkan Solusi Dua Negara dan mewujudkan  berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat , sesuai resolusi dan hukum  internasional yang telah disepakati ,” tulis  Kemlu dalam pernyataannya.

Kemlu juga menyampaikan  penghargaan kepada negara-negara yang turut berperan dalam mediasi dan mendorong  terwujudnya  kesepakatan tersebut.

“Indonesia sampaikan penghargaan atas mediasi yang dilakukan AS, Mesir , Qatar dan Turki, dan tekankan  pentingnya  pelaksanaan setiap butir  kesepakatan  gencatan  senjata  dengan  penuh  iktikad baik,” lanjut pernyataan itu.

Sebagai informasi, gencatan  senjata  tahap  pertama ini merupakan  hasil  dari  perundingan  perdamaian ketiga di Kairo, yang dihadiri oleh mediator dari  Mesir , Qatar, Turki, dan Amerika Serikat , Rabu, 8 Oktober 2025.

Pertemuan tersebut membahas proposal perdamaian 20 poin yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump, dan menjadi dasar bagi kesepakatan  awal  antara  kedua pihak.

Dalam pernyataan resminya, Trump mengonfirmasi  bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani kesepakatan tersebut.

“Saya sangat bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap  pertama  Rencana  Perdamaian kami,” ujar Trump.

(Anisha Aprilia)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID