Nasional . 10/10/2025, 14:55 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
p class="pf0">fin.co.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara tegas menyatakan penolakannya terhadap kehadiran atlet Israel dalam ajang World Artistic Gymnastics Championships 2025 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 19–25 Oktober 2025.
Sikap tersebut disampaikan sebagai wujud solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi penjajahan dan kekerasan dari Israel.
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur menegaskan , Indonesia seharusnya tidak membuka ruang bagi kehadiran Israel dalam bentuk apa pun, termasuk dalam kegiatan olahraga internasional .
“ Selama rakyat Palestina masih dijajah dan mengalami kekerasan , kita tidak boleh menormalisasi hubungan dengan Israel,” ujar Gus Fahrur dalam pernyataannya yang diterima wartawan , Jumat, 10 Oktober 2025.
Dia menilai , ketiadaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel merupakan dasar kuat untuk menolak partisipasi atlet dari negara tersebut. Menurut Gus Fahrur , tidak ada keuntungan yang diperoleh Indonesia dari menerima atlet Israel.
“Jadi, tidak ada alasan logis untuk membiarkan mereka bertanding di Indonesia,” tegasnya .
Ia menambahkan , sikap penolakan ini merupakan bentuk konsistensi Indonesia dalam menjaga prinsip moral dan sejarah panjang dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
“ Konsistensi moral bangsa kita ,” tambahnya .
Melalui pernyataan ini, PBNU berharap pemerintah serta panitia penyelenggara kejuaraan dapat mempertimbangkan kembali keputusan yang mengizinkan atlet Israel berlaga di tanah air.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga menyatakan bahwa penolakan visa bagi atlet Israel yang hendak mengikuti World Artistic Gymnastics Championships bukanlah langkah spontan .
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan , Yusril Ihza Mahendra , menegaskan bahwa kebijakan tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang secara konsisten mengecam keras tindakan Israel terhadap Palestina.
“ Sikap pemerintah ini adalah sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan dan terakhir dalam pidato beliau di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sangat keras mengecam Israel yang terus- menerus melakukan kekejaman dan kebiadaban atas rakyat Palestina terutama di Gaza,” tegas Yusril .
Pemerintah juga menegaskan tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel sebelum negara tersebut mengakui kemerdekaan dan kedaulatan penuh Palestina.
“ Barulah pemerintah Indonesia akan memulai membuka hubungan diplomatik dengan Israel dan juga melakukan hubungan-hubungan normal internasional lainnya ,” ujarnya .
Sementara itu, sejumlah atlet asal Israel dikabarkan akan ikut serta dalam kejuaraan dunia tersebut. Federasi Senam Israel menyatakan bahwa mereka telah mendaftarkan diri dan menerima jaminan keamanan dari pihak penyelenggara di Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media