Pegawai SPBU Shell  Banting Setir Jualan Kopi dan Snack Demi Bertahan Hidup

news.fin.co.id - 12/10/2025, 10:51 WIB

Pegawai SPBU Shell  Banting Setir Jualan Kopi dan Snack Demi Bertahan Hidup

Sejumlah pegawai SPBU Shell cabang Pondok Cabe banting setir berjualan minuman ringan (soft drink) seperti kopi dan makanan ringan yang dijajakan di area SPBU. (Bianca Chairunisa)

fin.co.id - Memasuki waktu malam di daerah Jakarta Selatan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell cabang Pondok Cabe masih tampak senggang dan sepi pengunjung. 

Kondisi ini sendiri kini sudah menjadi pemandangan sehari-hari sejak kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) melanda sejumlah SPBU Swasta yang ada di Indonesia.

SPBU Shell sendiri pun tidak luput dari fenomena kelangkaan ini. Terkini, sejumlah pegawai SPBU Shell cabang Pondok Cabe juga banting setir berjualan minuman ringan (soft drink) seperti kopi dan makanan ringan yang dijajakan di area SPBU.

Kendati berat, situasi ini menurut Rasto, salah seorang pegawai SPBU Shell yang turut menjajakan panganan tersebut, adalah satu-satunya cara bagi para pegawai untuk menyambung hidup usai kelangkaan pasokan BBM mempengaruhi laju bisnis SPBU Shell.

“Sudah sebulan kosong, kira-kira dari tanggal 9 September bulan lalu,” jelas Rasto ketika ditemui oleh Disway, pada Sabtu 11 Oktober 2025.

Kondisi kelangkaan BBM ini sendiri diketahui juga sangat berpengaruh kepada hidup para pegawai SPBU Shell, tidak terkecuali cabang Pondok Cabe ini. Menurut Prasto, sejumlah pegawai SPBU Shell Pondok Cabe sendiri juga berujung dirumahkan sementara imbas kekosongan stok BBM ini.

Oleh karena itulah, dirinya beserta pegawai SPBU Shell lainnya kini tidak punya pilihan selain menggantungkan nasibnya kepada penjualan jajanan ini.

“Alhamdulillah dagangannya akhir-akhir ini selalu rame. Tapi kita berharap segera ada kabar untuk BBM,” ucap Prasto.

Untuk dapat meraih jangkauan pembeli yang lebih luas, Prasto juga mengungkapkan bahwa dirinya beserta pegawai SPBU Shell lainnya juga turut memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok atau Live Instagram milik pribadi untuk mempromosikan dagangan mereka.

Menurutnya, cara ini sendiri pun juga cukup mampu untuk menarik minat para pengunjung dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Biasanya di akun TikTok pribadi kalau mau live,” jelas Prasto.

BBM Kosong, Gaji Karyawan Nol

Di sisi lain, kondisi serupa juga turut menimpa SPBU Shell cabang Muchtar Raya, Depok. Terkini, para pegawai SPBU ini juga harus menggantungkan pendapatan mereka dari hasil penjualan minimarket khusus Shell, yakni Shell Select, serta penjualan jajanan dan layanan bengkel.

Lucky, salah seorang karyawan yang bertempat di minimarket Shell Select, juga turut mengungkapkan bahwa selain terpaksa dirumahkan sementara, sejumlah karyawan SPBU Shell Muchtar Raya kini juga harus mengalami pemotongan gaji.

“Kalau gaji iya, sangat berpengaruh. Sampai sekarang pemasukannya lebih ke ini minimarket, toko dan bengkel. Kalau bensin, sekarang cuma ada Diesel,” jelas Lucky.

Menurutnya, sebelum kelangkaan BBM ini terjadi, para karyawan mendapat gaji kurang lebih sebesar Rp 5.195.720, atau sesuai dengan UMR Depok. Namun, kini para pegawai yang menggantungkan pendapatannya dari penjualan minimarket harus bertahan hidup dengan gaji yang jumlahnya jauh lebih rendah.

“Jauh banget (perbandingannya). Kalau untuk pegawai yang dirumahkan, juga malah tidak dapat gaji,” jelas Lucky. (Bianca Chairunisa)

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID