Nasional . 14/10/2025, 18:11 WIB

'Dari Puisi ke Panggung': Denny J.A, UKI, dan Komunitas Puisi Esai Hidupkan Kembali Teater Sekolah

Penulis : Khanif Lutfi  |  Editor : Khanif Lutfi

Menurutnya, di tengah tekanan akademik dan kompetisi digital yang makin kuat, teater menghadirkan ruang napas yang memanusiakan: tempat belajar tentang nilai, solidaritas, dan tanggung jawab.

 

 

Puisi yang Menjadi Hidup di Atas Panggung

 

“Puisi esai adalah cermin kehidupan. Melalui teater, puisi bisa bersuara, bergerak, dan menyentuh penonton secara lebih dalam. Kami ingin anak muda menemukan keajaiban itu, bahwa kata-kata bisa menjadi nyawa, dan nyawa bisa mengubah cara kita memandang hidup,” ujar Monica JR, Ketua Komunitas Puisi Esai Indonesia.

 

“Seni adalah doa yang menolak diam.

Ketika seorang anak berdiri di atas panggung, ia sedang belajar menjadi manusia,

bukan hanya yang pandai berpikir, tetapi yang sanggup merasakan.”

— Denny J.A (Pemrakarsa Puisi Esai)

---

 

Sinergi dan Harapan Baru dari Dunia Kreatif

 

Sementara itu, Venantius Vladimir Ivan dari Connection Production menambahkan:

“Teater adalah seni kolektif. Ia melatih empati, kedisiplinan, dan kerja sama. Saat para siswa berlatih, berdebat, lalu tertawa bersama di panggung, di situlah mereka belajar lebih banyak tentang kehidupan daripada sekadar memenangkan lomba. Kami ingin membangun ekosistem seni sekolah yang hidup kembali, dengan standar profesional, tetapi tetap hangat dan manusiawi.”

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com