Viral . 15/10/2025, 16:57 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
DPR menilai kasus ini menjadi momentum penting untuk mereformasi ekosistem penyiaran di Indonesia. Menurut Cucun, perlu ada langkah konkret agar seluruh media massa menjunjung tinggi nilai moral, etika jurnalistik, dan sensitivitas budaya lokal.
“Kami berharap pertemuan dengan KPI, Komdigi, dan Trans7 nanti bisa menghasilkan kebijakan yang lebih tegas dan preventif. Insiden ini harus menjadi pelajaran berharga bagi dunia penyiaran agar tidak mengulang kesalahan yang sama,” ujarnya.
Masyarakat, khususnya komunitas pesantren, menuntut adanya transparansi dan permintaan maaf resmi dari pihak Trans7. Mereka berharap kejadian ini tidak hanya diselesaikan secara administratif, tetapi juga menjadi refleksi moral bagi seluruh pelaku industri media.
Insiden ini sekali lagi membuka mata banyak pihak tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan tanggung jawab sosial. Bagi DPR, pengawasan terhadap isi siaran harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
“Kita ingin media menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah,” tutup Cucun Ahmad Syamsurijal. (Hasyim Ashari)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media