CSR Rp6 Miliar Pacu Ekonomi Lokal Melalui Koperasi Desa Merah Putih di Tangerang

news.fin.co.id - 16/10/2025, 13:41 WIB

CSR Rp6 Miliar Pacu Ekonomi Lokal Melalui Koperasi Desa Merah Putih di Tangerang

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. (rfh)

fin.co.id -  Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyoroti pentingnya peran serta sektor swasta dalam mendukung program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Hal itu diungkapkan saat acara Bimtek Perkoperasian dan serah terima dana Corporate Social Responsilibility (CSR) bagi 60 koperasi merah putih desa kelurahan di Kabupaten Tangerang, Kamis 16 Oktober 2025.

"Dana CSR akan diberikan kepada seluruh Kopdes/Kel Merah Putih di Kabupaten Tangerang, dimulai dengan 60 Kopdes sebagai langkah awal operasional," kata Menkop.

Menkop mengajak dunia usaha untuk berpartisipasi dalam program Kopdes Merah Putih sebagai mitra bisnis dalam rantai pasok dan pemasaran. "Ini adalah saluran efektif bagi perusahaan untuk menyalurkan CSR," tambahnya.

Menurut Menkop, CSR bukan hanya bantuan sesaat, melainkan pemberdayaan masyarakat. Bimtek ini penting agar pengurus memahami pengelolaan koperasi yang baik, termasuk tata kelola keuangan, pelayanan anggota, dan pengembangan usaha.

Advertisement

"Koperasi yang kuat butuh pengawasan dari pemerintah, anggota, dan masyarakat. Pengawasan ini bertujuan menjaga kepercayaan dan memastikan koperasi berjalan transparan dan akuntabel," jelas Menkop.

Menkop mengapresiasi aplikasi Jaga Desa milik Kejaksaan Agung sebagai langkah mitigasi risiko dan pengawasan. "Fitur tentang koperasi desa telah ditambahkan dalam aplikasi Jaga Desa," ucapnya.

Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Reda Manthovani menegaskan bahwa langkah Kabupaten Tangerang dapat diikuti daerah lain untuk melibatkan swasta dalam pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih.

"Daerah lain bisa meniru pola ini, dengan melibatkan pihak swasta melalui dana CSR. Kabupaten Tangerang bisa dijadikan percontohan," kata JAM-Intel.

JAM-Intel juga meyakini bahwa Kopdes Merah Putih dapat menciptakan banyak pengusaha dari desa. "Kami memiliki aplikasi Jaga Desa untuk memonitor operasional Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia. Nantinya, gudang dan gerai Kopdes Merah Putih akan menjadi aset desa," jelasnya.

Gubernur Banten Andra Soni optimis bahwa 1.551 Kopdes Merah Putih di Banten dapat menciptakan pemerataan perekonomian dan memberantas kemiskinan. "Kami banyak bersinergi untuk program Ketahanan Pangan," kata Gubernur Banten.

Menurut Gubernur Banten, melalui Kopdes Merah Putih, setiap desa memiliki peluang dan dana untuk mengelola potensi wilayahnya. "Saya berharap semakin banyak desa mandiri terbentuk di Banten," tambahnya.

Gubernur Banten juga mendorong sinergi antar kepala desa untuk melahirkan produk unggulan. "Dengan Kopdes Merah Putih, kita bisa membangun One Village One Product di Banten," ujarnya.

Bupati Tangerang M Maesyal Rasyid menambahkan bahwa Agung Sedayu Group siap menyalurkan bantuan pendanaan tahap pertama sebesar Rp6 miliar kepada 60 Kopdes Merah Putih di Kabupaten Tangerang.

Advertisement

"Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan usaha produktif, permodalan anggota, dan peningkatan kapasitas manajerial koperasi di desa maupun kelurahan," tandasnya.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID