fin.co.id - Gubernur Banten, Andra Soni, menggelar dialog langsung dengan para nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Kecamatan Kronjo.
Pertemuan ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi serta mencari solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas nelayan setempat.
Dalam dialog tersebut, Andra Soni menegaskan komitmen pemerintah Provinsi Banten untuk terus mendorong dinas dan instansi terkait agar memberikan bantuan yang optimal bagi nelayan Kronjo.
"Persoalan nelayan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga berbagai instansi seperti BKSDA, ESDM, KKP, dan lainnya. Kami berkomitmen untuk terus membantu," ujarnya dengan mantap, dikutip Jumat 17 Oktober 2025.
Menanggapi berbagai permintaan yang diajukan, termasuk normalisasi sungai, pelayanan administrasi Surat Keterangan Keterampilan Pelaut (SKKP), Tempat Pelelangan Ikan (TPI), koperasi nelayan, serta asuransi ketenagakerjaan, Gubernur berjanji akan segera mengumpulkan seluruh perangkat daerah terkait, lembaga, dan pihak swasta untuk membahas hasil dialog secara mendalam.
"Apa yang kita diskusikan hari ini akan kami bahas lebih lanjut bersama semua pihak terkait, termasuk pihak swasta," tambahnya.
Selain itu, Gubernur Andra Soni juga menginstruksikan dinas terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk secara rutin menggelar dialog dan kegiatan serupa. Hal ini bertujuan untuk menjaga komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan nelayan.
Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyampaikan apresiasinya atas dialog langsung ini. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memungkinkan pemerintah untuk mendengarkan langsung aspirasi nelayan dan mencari solusi yang efektif.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Terkait permintaan ambulans khusus nelayan, kami upayakan terealisasi pada tahun 2026. Kami juga berharap nelayan dapat bergotong-royong dalam operasional dan perawatan ambulans tersebut," jelasnya.
Soma juga mendorong nelayan untuk memanfaatkan lembaga keuangan milik pemerintah daerah sebagai mitra dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
"Kami memiliki dua lembaga keuangan daerah yang siap berkolaborasi dengan nelayan melalui bantuan permodalan dan bantuan lunak lainnya," pungkasnya.