Nasional . 24/10/2025, 22:32 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Biasanya hasil audit diumumkan bulan April, tapi saya harap laporan kali ini bisa dipercepat,” ujarnya.
Untuk memahami kisruh ini, berikut rangkaian peristiwa yang membuat hubungan Gubernur Dedi Mulyadi dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memanas ????
Dalam rapat bersama kepala daerah di Kemendagri, Senin (20/10/2025), Menkeu Purbaya menyebut bahwa total uang milik pemerintah daerah yang menganggur di bank mencapai Rp234 triliun.
Dari jumlah itu, Jawa Barat disebut menyimpan Rp4,1 triliun.
“Serapan rendah menambah simpanan uang Pemda di bank sampai Rp234 triliun. Ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi,” kata Purbaya.
Sindiran ini langsung menimbulkan reaksi keras dari Gubernur Jabar.
Menanggapi tudingan itu, Dedi Mulyadi menantang Purbaya membuka data secara terbuka.
“Saya sudah cek, tidak ada yang disimpan dalam deposito. Saya tantang Pak Menkeu untuk membuka data dan faktanya, daerah mana yang menyimpan dana dalam bentuk deposito,” tegas Dedi.
Ia menilai tudingan pemerintah pusat terlalu menyamaratakan semua daerah. Menurutnya, banyak daerah justru aktif membelanjakan anggaran untuk masyarakat.
“Daripada membangun opini negatif, umumkan saja daerah-daerah mana yang belum membelanjakan keuangannya dengan baik,” ujarnya.
Sindiran pun berbalas. Purbaya menyebut data yang ia gunakan bersumber dari Bank Indonesia (BI), bukan dari Kemenkeu.
Ia bahkan menuding Dedi mungkin mendapat laporan yang salah dari bawahannya.
“Tanya saja ke Bank Sentral. Kemungkinan besar anak buahnya juga ngibulin dia. Itu laporan dari perbankan,” ujar Purbaya di kantor Kemenkeu (21/10/2025).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media