Menkeu Purbaya Tegaskan Pengejaran Pajak Akhir Tahun Dilakukan Secara Profesional

news.fin.co.id - 24/10/2025, 13:54 WIB

Menkeu Purbaya Tegaskan Pengejaran Pajak Akhir Tahun Dilakukan Secara Profesional

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: ANTARA/Bayu Saputra

fin.co.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa langkah pemerintah dalam mengejar target penerimaan pajak hingga akhir tahun 2025 akan berjalan secara profesional dan terukur. Ia menolak anggapan bahwa peningkatan penerimaan pajak dilakukan dengan pendekatan keras atau seperti “gaya preman”.

“Kalau ada potensi bocor sana-sini, itu yang akan dikejar. Bukan berarti jadi kayak preman, gedor rumah orang jam 5 pagi, nggak gitu. Kami akan buat penagihan lebih profesional,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis malam, 23 Oktober 2025.

Purbaya menambahkan, Kementerian Keuangan kini mengandalkan strategi manajemen mikro (micro management) untuk mengoptimalkan potensi penerimaan negara yang belum tergarap maksimal. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan efektivitas pemantauan dan penagihan pajak.

Konsep manajemen mikro sebelumnya juga dijelaskan oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto. Menurutnya, strategi ini menjadi upaya nyata pemerintah untuk menekan potensi shortfall atau selisih antara target dan realisasi penerimaan pajak pada akhir tahun anggaran 2025.

Advertisement

“Upayanya kita mulai micro management untuk collection. Jadi, kami pantau betul semua wajib pajak. Kami data dari semua kantor wilayah (kanwil), potensi yang paling besar siapa, dan kira-kira kepatuhannya seperti apa. Kemudian, gap kepatuhannya kami endorse untuk bisa jadi optimal,” ujar Bimo, di Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2025.

Ia menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar pengawasan, tetapi juga bentuk pembinaan dan penegakan kepatuhan pajak agar target penerimaan dapat tercapai secara optimal.

Hingga 30 September 2025, penerimaan perpajakan telah mencapai Rp1.516,6 triliun, atau sekitar 63,5 persen dari proyeksi akhir tahun sebesar Rp2.387,3 triliun. Angka ini setara dengan 95,8 persen dari target APBN 2025 yang ditetapkan sebesar Rp2.490,9 triliun.

Jika dirinci, penerimaan pajak ditargetkan mencapai Rp2.189,3 triliun, namun kemudian dikoreksi menjadi Rp2.076,9 triliun atau 94,9 persen dari target awal. Realisasi hingga September berada di angka Rp1.295,3 triliun atau 62,4 persen dari proyeksi.

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai menunjukkan tren positif. Dari target awal Rp301,6 triliun, proyeksinya justru meningkat menjadi Rp310,4 triliun atau 102,9 persen dari target. Hingga September, realisasi sudah mencapai Rp221,3 triliun, setara dengan 71,3 persen dari proyeksi.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID