Gibran Rakabuming Raka Tanam Mangrove di Pesisir Tangerang

news.fin.co.id - 27/10/2025, 12:33 WIB

Gibran Rakabuming Raka Tanam Mangrove di Pesisir Tangerang

Wapres Gibran Rakabuming Raka saat menanam Mangrove di Ketapang Urban Aquaculture, Kabupaten Tangerang. (rfh)

fin.co.id -  Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, terjun langsung dalam upaya pelestarian lingkungan dengan melakukan penanaman mangrove di Ketapang Urban Aquaculture, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin (27/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Wapres Gibran didampingi oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Banten, Andra Soni, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, serta berbagai komunitas dan aktivis lingkungan yang peduli terhadap kelestarian alam Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus pada ekosistem mangrove di Indonesia, yang memiliki luas mencapai 3,44 juta hektare dan merupakan yang terbesar di dunia.

"Bapak Wapres sangat memperhatikan ekosistem mangrove di tanah air kita. Dari 3,44 juta hektare, mangrove kita nomor satu di dunia. Dan ini mendapat atensi khusus dari Bapak Wakil Presiden," ujarnya.

Advertisement

Namun, ia juga menyoroti adanya lahan yang dulunya merupakan hutan mangrove seluas hampir 750 ribu hektare yang kini kondisinya memprihatinkan. Wapres⁸ Gibran mengarahkan agar segera dicari solusi pendanaan untuk merehabilitasi lahan tersebut, mengingat fungsi mangrove yang semakin besar dan penting.

"Bapak Wapres mengamanatkan bahwa seluruh mangrove yang ada hampir di seluruh provinsi yang memiliki pantai ini menjadi perhatian untuk ditangani dengan sangat-sangat sungguh-sungguh," tegasnya.

Secara khusus, kondisi pantai utara (Pantura) Jawa menjadi perhatian serius, di mana mangrove sudah sangat tipis dan terjadi penurunan muka air tanah serta kenaikan muka air laut. Hal ini menyebabkan permasalahan yang kompleks di seluruh wilayah Pantura. Wapres Gibran berharap langkah-langkah serius dapat diambil untuk merehabilitasi seluruh mangrove di pesisir, termasuk melalui pembangunan Giant Sea Wall, tanpa mengabaikan kewajiban untuk mengembalikan mangrove di pesisir Jawa.

Di sisi lain, Menteri Hanif juga mengapresiasi gerakan seluruh komunitas pemuda yang telah berkontribusi dalam adaptasi perubahan iklim melalui berbagai inisiatif, seperti penggunaan solar cell, penanaman pohon, penanganan sampah di laut, dan pemanfaatan bakau untuk batik. Ia berharap agar inisiatif-inisiatif ini dapat diintegrasikan ke dalam program-program pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Gibran.

"Penanaman mangrove ini menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove bagi kehidupan," tandasnya.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID