HEBOH! Presiden Prabowo Pulang Dini dari KTT ASEAN, Menlu Ungkap Alasan Mendesak yang Sesungguhnya!

news.fin.co.id - 28/10/2025, 21:24 WIB

HEBOH! Presiden Prabowo Pulang Dini dari KTT ASEAN, Menlu Ungkap Alasan Mendesak yang Sesungguhnya!

Presiden RI Prabowo Subianto - Antara -

Spekulasi Panas Terjawab: Presiden Prabowo Tinggalkan KTT ASEAN Lebih Cepat, Bukan Karena Insiden Memalukan

fin.co.id - Presiden RI, Prabowo Subianto, mengambil keputusan mengejutkan dengan kembali lebih awal ke tanah air dari rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia. Kepulangan dini ini sontak memicu beragam spekulasi di kalangan media dan publik, terutama setelah munculnya insiden kesalahan penyebutan nama Presiden di acara resmi.

Namun, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono segera meredam spekulasi tersebut. Menlu Sugiono, yang tetap berada di Malaysia untuk memimpin delegasi Indonesia, secara tegas menjelaskan alasan sebenarnya di balik keputusan Presiden.

"Karena ada beberapa hal yang mendesak yang menyebabkan beliau harus kembali (ke tanah air)," kata Menlu Sugiono kepada delegasi wartawan Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, pada hari Selasa.

Advertisement

Penjelasan ini disampaikan Menlu untuk menanggapi cepatnya rumor yang beredar. Spekulasi liar mencuat bahwa Presiden Prabowo pulang lebih awal sebagai bentuk respons atas insiden memalukan yang dilakukan oleh komentator media resmi Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM).

Menlu meminta semua pihak agar tidak membuat spekulasi yang tidak berdasar. Beliau menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia karena memang ada hal penting dan mendesak di tanah air yang harus segera ditangani. Isu domestik yang krusial menjadi prioritas utama pemimpin negara.

Soliditas Delegasi Tetap Kuat: Jajaran Menteri Penuh Tetap Beraksi

Meskipun Presiden Prabowo pulang, Menlu Sugiono menjamin bahwa keterwakilan Indonesia dalam KTT ke-47 ASEAN tetap solid dan kuat. Presiden telah memberikan mandat dan instruksi jelas kepada jajaran menteri untuk tetap mengikuti seluruh rangkaian pertemuan hingga tuntas.

Menlu memimpin langsung delegasi bersama para menteri koordinator (menko) dan menteri teknis. Mereka adalah:

  • Menko Perekonomian
  • Menko Polkam
  • Menko PMK
  • Menteri Perdagangan
  • Menteri Luar Negeri (Menlu Sugiono)

Menlu Sugiono menjelaskan, peran menteri dalam rangkaian KTT ini sangat vital. "Karena esensi pertemuan-pertemuan ini biasanya diampu oleh Menko Perekonomian dan Menteri Luar Negeri, ya kami yang di depan kemarin," jelas Menlu, menyoroti peran penting jajarannya dalam perundingan substansial. Ini membuktikan bahwa mekanisme pemerintahan berjalan baik, dan fokus Indonesia terhadap agenda KTT ASEAN tidak terganggu.

Insiden Salah Sebut Nama: Bukan Hanya Indonesia Korbannya

Isu lain yang memicu spekulasi adalah insiden salah sebut nama Presiden RI oleh pengulas acara RTM saat siaran langsung momentum kedatangan para pemimpin ASEAN.

Advertisement

Radio Televisyen Malaysia (RTM), stasiun penyiaran publik milik pemerintah Malaysia, melakukan kesalahan fatal pada Minggu (26/10). Pengulas acara RTM menyebut sosok Presiden RI yang hadir, Prabowo Subianto, sebagai "Presiden RI Joko Widodo". Tentu saja, Jokowi sudah mengakhiri masa jabatannya dan digantikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menlu Sugiono mengakui, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah mengambil langkah. Kemlu telah menyampaikan protes dan pemberitahuan secara langsung kepada pihak Malaysia mengenai kekeliruan ini.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID