Janji Duit Rp5 Juta untuk Konten MBG? BGN Sebut Hanya Bercanda

news.fin.co.id - 28/10/2025, 17:26 WIB

Janji Duit Rp5 Juta untuk Konten MBG? BGN Sebut Hanya Bercanda

Badan Gizi Nasional (BGN) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tegaskan distribusi makan bergizi gratis tetap berjalan pasca ditemukannya makanan diduga basi di SDN 03 Rawa Buntu. (rfh)

fin.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait pernyataan salah seorang pejabatnya yang sempat menghebohkan publik, yaitu janji pemberian uang tunai Rp5 juta bagi masyarakat yang membuat konten positif tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN menegaskan bahwa pernyataan tersebut hanyalah “bercanda” dan tidak memiliki dasar kebijakan resmi.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati menegaskan, insentif uang tunai Rp5 juta untuk pembuat konten positif MBG tidak pernah menjadi kebijakan formal.

“Pernyataan soal insentif Rp5 juta itu bukan keputusan resmi, melainkan hanya candaan yang disampaikan untuk memotivasi para peserta agar lebih kreatif dalam menyebarkan informasi positif tentang program MBG,” jelas Hida di Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025.

Hida menambahkan, tidak ada program resmi dari BGN terkait pemberian insentif pribadi bagi konten viral. Tujuan dari candaan itu adalah mendorong pelaksana daerah agar aktif membangun komunikasi publik yang sehat dan cepat dalam menangkal hoaks seputar program MBG.

Advertisement

“BGN tetap berkomitmen menjalankan seluruh kebijakan sesuai ketentuan dan mekanisme anggaran negara. Candaan tersebut dimaksudkan untuk menyemangati para peserta agar berani tampil dan kreatif di media sosial dengan konten yang edukatif serta inspiratif,” ujar Hida.

Sebelumnya, pernyataan tentang insentif Rp5 juta sempat viral dan menimbulkan beragam reaksi di media sosial. Janji itu sempat dianggap sebagai iming-iming agar masyarakat membuat konten mendukung program MBG, di tengah sorotan terkait dugaan penyimpangan dan kasus keracunan makanan.

Respons spontan tersebut bertujuan mendorong keterlibatan masyarakat secara positif. Namun, karena tidak ada mekanisme resmi maupun anggaran jelas, janji tersebut kemudian dibantah oleh BGN.

BGN menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memperbaiki kualitas pelaksanaan program MBG di lapangan, termasuk peningkatan SOP sanitasi dapur serta pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Klarifikasi ini diharapkan meredam spekulasi masyarakat terkait adanya dana insentif untuk pemasaran atau citra positif program di media sosial.

BGN mengajak seluruh pihak terus mengawasi pelaksanaan program MBG demi memastikan akuntabilitas dan keberhasilan program tersebut.

(Hasyim Ashari)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID