Ini adalah regulasi pamungkas. Perpres mengenai Struktur Organisasi dan Tata Kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi kunci penyempurnaan kelembagaan. Organisasi BGN yang jelas akan menentukan bagaimana program MBG dikelola dari pusat hingga daerah.
Menko Zulhas awalnya menargetkan Perpres ini selesai pekan depan, namun optimisme penuh mencakup seluruh regulasi akan menjamin implementasi optimal tercapai paling lambat Maret 2026. Dengan struktur kelembagaan yang kuat, BGN dapat fokus menjalankan mandat utamanya, yaitu memastikan pemenuhan gizi nasional berjalan tanpa hambatan.
Target 82,9 Juta Penerima: Tidak Ada Tawar-Menawar!
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Program MBG bukan sekadar program biasa, melainkan prioritas pokok pemerintah. Dampaknya yang besar menjadikannya program yang harus terlaksana secara optimal.
Saat ini, program MBG sudah menjangkau sekitar 39,2 juta penerima manfaat melalui 13.347 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Meskipun capaian ini signifikan, pemerintah menaruh target yang lebih ambisius dan mutlak: 82,9 juta penerima manfaat.
Menko Zulhas sangat tegas soal target ini. "82,9 juta (penerima manfaat) tidak boleh tawar-tawar, akan semua terlaksana," ujarnya, menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap cakupan program yang merata.
Dampak Raksasa Program MBG pada Perekonomian Rakyat
Program MBG tidak hanya memberikan manfaat gizi langsung kepada masyarakat rentan, tetapi juga menjadi pendorong utama penguatan ekonomi nasional, khususnya sektor pangan.
Menko Zulhas memberikan ilustrasi sederhana untuk menunjukkan dampak ekonomi yang luar biasa. Jika 82,9 juta penerima manfaat hanya membutuhkan satu butir telur per hari, maka permintaan harian untuk telur mencapai 82,9 juta butir.
"Untuk satu porsi saja, kita butuh 82,9 juta butir telur, 82,9 juta potong ayam, belum termasuk ikan, sayur, buah, dan beras," jelas Zulkifli. Angka-angka ini menunjukkan potensi pasar yang masif dan perputaran uang yang akan menggerakkan sektor peternakan, perikanan, dan pertanian rakyat. Program ini secara efektif menciptakan permintaan agregat yang besar.
Tim Pelaksana Harian Siap Tancap Gas untuk Evaluasi Harian
Untuk memastikan target 82,9 juta penerima tercapai dan masalah di lapangan segera teratasi, Tim Koordinasi segera membentuk Tim Pelaksana Harian. Tim ini akan segera dibentuk pada hari berikutnya setelah pernyataan Menko.
Tim Pelaksana Harian memiliki peran penting untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan MBG setiap hari. Keberadaan tim harian ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal program.
"Besok kita akan membentuk pelaksana harian. Kalau target 82,9 juta penerima manfaat belum tercapai, tim harian ini akan segera mengevaluasi dan memperbaikinya," ungkap Menko Zulkifli.
Dengan rampungnya regulasi, terbentuknya kelembagaan BGN, dan adanya tim pengawas harian, Pemerintah optimistis Program Makanan Bergizi Gratis akan segera mencapai potensi penuhnya pada awal tahun 2026, tepatnya Maret, dan memberikan dampak positif yang besar bagi gizi dan ekonomi Indonesia. - Hasyim Ashari/Disway -