fin.co.id - Pasukan AS melancarkan tiga serangan yang menargetkan empat kapal diduga terlibat penyelundupan narkoba di perairan Pasifik Timur.
Insiden yang menurut Menteri Pertahanan Pete Hegseth ini berujung pada tewasnya 14 orang. Pengumuman itu disampaikan Hegseth pada Selasa 28 Oktober 2025.
Di platform X, Hegseth menulis perincian serangan tersebut: “Kemarin (Senin), atas arahan Presiden Trump, Departemen Perang melancarkan tiga serangan kinetis mematikan terhadap empat kapal yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris yang Ditetapkan (DTO) yang menyelundupkan narkotika di Pasifik Timur,” kata Hegseth di platform X.
Istilah “Departemen Perang” yang dipakai di pernyataannya merujuk pada sebutan lama untuk Departemen Pertahanan AS. Menurut Hegseth, kapal-kapal yang diserang terdeteksi lewat intelijen karena melintas di jalur-jalur yang biasa dipakai untuk perdagangan narkotika dan diketahui membawa muatan narkotika.
Dia merinci jumlah orang di setiap kapal: delapan pria di kapal pertama, empat di kapal kedua, dan tiga di kapal ketiga. Total 14 orang tewas, sementara ada satu orang yang selamat setelah serangan.
Hegseth menegaskan bahwa operasi berlangsung di perairan internasional dan tidak menimbulkan korban di pihak pasukan AS. “Semua serangan terjadi di perairan internasional tanpa korban dari pasukan AS,” katanya.
Komando Selatan AS langsung mengaktifkan protokol pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk membantu korban yang selamat. Menurut Hegseth, otoritas SAR Meksiko menerima kasus ini dan bertanggung jawab mengoordinasikan upaya penyelamatan di lapangan.
Dalam pernyataannya, Hegseth juga menyampaikan narasi yang menegaskan perubahan sikap AS terhadap grup penyelundup narkoba: "Departemen telah menghabiskan lebih dari DUA DEKADE membela tanah air orang lain. Sekarang, kami membela tanah air kami sendiri."
Lebih jauh, dia melontarkan kecaman keras kepada kelompok yang disebutnya sebagai “teroris narkotika” dan memperingatkan tindakan tegas: "Para teroris narkotika ini telah membunuh lebih banyak warga Amerika daripada Al Qaida, dan mereka akan diperlakukan sama. Kami akan melacak mereka, kami akan menjerat jaringan mereka, lalu, kami akan memburu dan membunuh mereka."
Serangan ini merupakan bagian terbaru dari upaya AS yang mengaitkan penyelundupan narkoba dengan ancaman terorisme , sebuah kebijakan yang meningkatkan intensitas aksi militer terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkotika.