Politik . 31/10/2025, 20:05 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Dalam konteks ini, NasDem berharap agar wacana tersebut tidak menimbulkan polarisasi baru di masyarakat. Sebaliknya, isu tersebut seharusnya menjadi ruang untuk berdialog dan menilai sejarah dengan cara yang lebih dewasa dan berimbang.
“Ketika bangsa bisa berdialog tanpa kebencian, maka kita sedang menuju kematangan demokrasi,” kata Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Nusantara Tollroad, Ahmad Fikri, yang turut menyoroti pentingnya ruang publik yang sehat dalam setiap perdebatan sejarah nasional.
Dengan begitu, perdebatan mengenai gelar pahlawan bagi Soeharto diharapkan tidak hanya berhenti pada pro-kontra, tetapi juga menjadi refleksi bersama untuk memperkuat nilai kebangsaan dan persatuan. - Fajar Ilman/Disway -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media