Nasional . 01/11/2025, 20:15 WIB

Kemendikdasmen Siapkan 'Duta Antikekerasan’ untuk Cegah Bullying di Sekolah

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Kasus Ajeng menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan Indonesia. Gadis berusia 14 tahun itu ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Selasa (28 Oktober 2025), dengan kondisi mengenaskan.

Di samping jasadnya, ditemukan sebuah surat wasiat berbahasa Sunda yang ditulis dengan tangan sendiri.

Dalam surat itu, Ajeng meminta maaf kepada orang tua dan guru-gurunya. Namun bagian paling menyayat hati adalah pesannya kepada teman-teman sebaya yang kerap menyakitinya dengan kata-kata kasar.

“Seperti kejadian tadi, bilang ‘Mati saja kamu’,” tulis Ajeng dalam surat yang kini viral di media sosial.

Kata-kata yang mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang, ternyata meninggalkan luka mendalam bagi korban.

Para ahli psikologi anak menilai, kasus ini mencerminkan minimnya literasi empati dan penanganan bullying di sekolah-sekolah, terutama di tingkat remaja awal.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak di sekolah masih mendominasi laporan yang masuk setiap tahun.

Tak hanya berupa kekerasan fisik, bentuk bullying verbal dan psikologis justru menjadi yang paling sering terjadi mulai dari ejekan, pengucilan, hingga pelecehan daring (cyberbullying).

Menurut para pengamat pendidikan, langkah Kemendikdasmen untuk melibatkan siswa sebagai bagian dari solusi merupakan pendekatan progresif.

Konsep “peer support” atau dukungan teman sebaya terbukti efektif di berbagai negara dalam mengurangi kekerasan dan meningkatkan empati sosial.

Abdul Mu’ti menegaskan, tujuan akhir dari kebijakan baru ini adalah menciptakan sekolah yang benar-benar aman dan menyenangkan bagi setiap anak.

Ia berharap pendekatan ini bisa menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa menghormati perbedaan dan menjaga perasaan teman adalah bagian penting dari proses pendidikan.

“Sekolah harus jadi tempat yang aman, nyaman, dan menggembirakan. Anak-anak harus bisa belajar dengan semangat untuk mencapai cita-citanya,” tegasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com