Prabowo Ungkap AI Jadi Senjata Indonesia Atasi Kemiskinan dan Capai Swasembada Pangan

news.fin.co.id - 02/11/2025, 09:51 WIB

Prabowo Ungkap AI Jadi Senjata Indonesia Atasi Kemiskinan dan Capai Swasembada Pangan

Prabowo sebut AI jadi kunci Indonesia atasi kemiskinan, capai swasembada pangan, dan dorong ekonomi digital di APEC 2025.

fin.co.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan menjadi motor penggerak utama dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi kedua di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Sabtu, 1 November 2025.

“Kita sedang memasuki era baru yang ditandai dengan kemajuan teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan. Namun, kita juga harus siap menghadapi tantangan besar dari perubahan demografi,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo optimistis, penerapan AI di berbagai sektor akan mempercepat langkah Indonesia dalam mengatasi kemiskinan dan kelaparan secara konkret dan terukur. Pemerintah, kata dia, tengah memusatkan fokus pada pemanfaatan teknologi mutakhir untuk mendukung agenda prioritas tersebut.

“Tugas paling mendesak bagi Indonesia adalah mengatasi kemiskinan dan kelaparan secepat mungkin. Kami yakin kecerdasan buatan dapat memberikan manfaat besar dalam upaya ini,” tegas Prabowo.

Presiden juga menyebut Indonesia mulai merasakan dampak positif dari penerapan AI, terutama di sektor pertanian. Menurutnya, teknologi modern memungkinkan penerapan pertanian presisi yang berujung pada peningkatan produktivitas pangan secara signifikan.

“Kami kini menggunakan AI untuk mengembangkan teknik pertanian modern. Hasilnya, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dan jagung. Awalnya kami menargetkan empat tahun, tapi dengan dukungan teknologi tinggi dan AI, kami mencapai hasil terbaik dalam sejarah sejak kemerdekaan,” jelas Prabowo.

Tak hanya di bidang pangan, Prabowo juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi kejahatan lintas batas seperti korupsi, penyelundupan, perdagangan narkotika, hingga judi online yang merugikan perekonomian nasional.

“Setiap tahun, Indonesia diperkirakan kehilangan sekitar US$8 miliar akibat aliran dana keluar yang disebabkan oleh perjudian daring,” ungkapnya.

Selain fokus pada ekonomi dan keamanan, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan dan keterampilan digital bagi masyarakat. Ia menyatakan Indonesia siap berpartisipasi aktif dalam inisiatif APEC yang mendorong peningkatan kapasitas teknologi, pendidikan, serta pemberdayaan usaha kecil.

“Kami ingin memperkuat kemampuan masyarakat di bidang teknologi dan memperkuat sistem kesehatan nasional dalam menghadapi perubahan demografi,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya penguasaan teknologi sebagai kunci kemajuan bangsa. Menurutnya, masa depan teknologi di kawasan Asia Pasifik harus dibangun melalui kolaborasi dan kesetaraan.

“Kita harus memastikan kendali atas masa depan teknologi kita sendiri. Melalui kerja sama di dalam APEC, saya yakin kita bisa mencapai tujuan besar ini,” tutup Presiden Prabowo. - Anisha Aprilia/Disway -

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

FIN Biro Karawang Bekasi