Gunung Marapi Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 300 Meter

news.fin.co.id - 03/11/2025, 12:08 WIB

Gunung Marapi Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 300 Meter

Gunung Marapi erupsi lagi di Sumbar. Foto: ANTARA/Muhammad Zulfikar.

fin.co.id - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan, erupsi terjadi pada Senin, 3 November 2025 pukul 10.57 WIB. Letusan kali ini berlangsung sekitar 29 detik, dengan kolom abu setinggi 300 meter di atas puncak gunung.

Petugas PGA, Teguh Purnomo, menjelaskan bahwa kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah tenggara. Aktivitas erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22,5 milimeter dan durasi 29 detik.

Meski durasi erupsi terbilang singkat, PVMBG menegaskan bahwa status Gunung Marapi masih berada di Level II atau Waspada. Artinya, aktivitas vulkanik masih berpotensi meningkat, dan masyarakat di sekitar gunung perlu tetap siaga terhadap segala kemungkinan.

PVMBG: Jangan Dekat Kawah Verbeek dalam Radius 3 Kilometer

Advertisement

Dalam laporan resminya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi penting bagi warga dan wisatawan. PVMBG melarang siapa pun beraktivitas di radius tiga kilometer dari kawah utama, yakni Kawah Verbeek, yang menjadi pusat aktivitas vulkanik.

Larangan ini bukan tanpa alasan. Gunung Marapi dikenal aktif dengan karakter letusan eksplosif yang bisa terjadi tanpa tanda besar sebelumnya. Aktivitas kecil seperti hembusan abu pun bisa berubah menjadi letusan lebih besar dalam waktu singkat. Karena itu, disiplin menjaga jarak dari kawah adalah langkah paling aman.

Ancaman Lahar Dingin Masih Membayangi

Selain ancaman erupsi, PVMBG juga memperingatkan potensi lahar dingin. Ancaman ini muncul akibat tumpukan material vulkanik dari letusan sebelumnya yang bisa terbawa air hujan.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu dari puncak Marapi menjadi kelompok paling rentan. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, material vulkanik seperti pasir, batu, dan lumpur bisa meluncur deras membentuk lahar dingin.

Fenomena ini bukan hal baru. Pada 11 Mei 2024, bencana serupa menelan puluhan korban jiwa. Karena itu, PVMBG menegaskan pentingnya kewaspadaan, terutama memasuki musim hujan seperti saat ini.

Erupsi Gunung Marapi pada 3 November 2025 menjadi pengingat bahwa alam selalu memiliki dinamika yang perlu diwaspadai. Dengan kolom abu setinggi 300 meter dan potensi bahaya sekunder seperti lahar dingin, masyarakat diharapkan tetap siaga tanpa harus panik. ANT

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID