Ekonomi . 04/11/2025, 15:38 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
PRESIDEN Prabowo Subianto langsung pasang badan di tengah polemik utang Kereta Cepat Whoosh! Dengan tegas, Presiden menjamin pemerintah akan menanggung pembayaran Rp 1,2 triliun setiap tahunnya. Prabowo meminta semua pihak berhenti ribut-ribut dan menegaskan Whoosh adalah kehadiran negara untuk rakyat—sebagai PSO—sambil berjanji keras memberantas setiap kebocoran anggaran yang memakai uang triliunan rupiah dari kantong publik!
fin.co.id - Pengumuman mengejutkan datang langsung dari Istana! Presiden Prabowo Subianto secara tegas memberikan jaminan penuh mengenai beban utang proyek prestisius Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau yang dikenal dengan nama Whoosh. Di tengah ribut-ribut kekhawatiran publik dan isu mengenai pendanaan, Prabowo memastikan pemerintah akan menanggung pembayaran utang Whoosh sebesar Rp 1,2 triliun setiap tahunnya!
Pernyataan berani ini disampaikan oleh Presiden setelah meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta Pusat pada Selasa, 4 November 2025. Jaminan dari orang nomor satu di Indonesia ini tentu saja menjadi angin segar, sekaligus menegaskan bahwa proyek infrastruktur raksasa ini akan terus berjalan tanpa hambatan finansial yang berarti. Presiden Prabowo bahkan berjanji, "Saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya!"
Meskipun Prabowo tidak merinci sumber dana pasti, apakah berasal dari APBN atau skema pendanaan lain (Danantara), dia menekankan satu hal: masalah utang Whoosh akan segera diselesaikan. Angka Rp 1,2 triliun per tahun yang disebutkannya memberikan kejelasan mengenai skala komitmen keuangan pemerintah untuk menutupi kewajiban proyek tersebut.
"Pokoknya gak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp 1,2 triliun per tahun," ujar Prabowo dengan nada optimistis.
Lebih lanjut, Presiden meminta masyarakat agar tidak hanya melihat proyek Whoosh dari sisi kekurangan atau beban finansial semata. Menurutnya, keberadaan Kereta Cepat ini membawa manfaat yang jauh lebih besar bagi kepentingan publik dan perekonomian nasional.
Manfaat-manfaat ini, tegas Prabowo, harus diperhitungkan secara komprehensif:
"Ini semua harus dihitung. Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah," imbuhnya, berusaha meredam semua polemik dan keraguan publik terhadap proyek strategis ini.
Pernyataan Prabowo juga memberikan perspektif baru tentang bagaimana pemerintah seharusnya melihat pelayanan transportasi umum. Dia menjelaskan bahwa sarana transportasi berkecepatan tinggi seperti Whoosh merupakan praktik umum yang diterapkan di berbagai negara di dunia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media