fin.co.id - RSUD Banten punya cara unik untuk meningkatkan kinerja lebih dari seribu pegawainya. Alih-alih hanya mengandalkan sistem formal atau pelatihan teknis, manajemen rumah sakit memilih melakukan pendekatan interpersonal untuk membangun kedekatan antarkaryawan — mulai dari staf medis hingga petugas kebersihan.
Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, M.Kes, menjelaskan bahwa strategi ini dilakukan dengan menciptakan suasana kerja yang lebih akrab dan terbuka. Salah satu langkah sederhana namun efektif adalah makan siang bersama seluruh staf secara bergiliran. Cara ini diyakini mampu mempererat hubungan antarkaryawan dan meningkatkan rasa memiliki terhadap instansi.
“Kami ingin seluruh pegawai, mulai dari petugas kebersihan, tukang bangunan, hingga tenaga medis, merasa menjadi bagian penting dari rumah sakit ini. Kalau sudah saling kenal dan akrab, koordinasi kerja pun lebih mudah, dan kinerja meningkat dengan sendirinya,” ujar Danang, Selasa (4/11/2025).
Pendekatan Humanis untuk Dorong Kolaborasi
Menurut Danang, pendekatan personal seperti ini memberikan efek signifikan terhadap produktivitas dan semangat kerja. Ia menilai, motivasi pegawai tidak selalu ditentukan oleh gaji atau fasilitas semata, tetapi juga oleh hubungan emosional yang positif di tempat kerja. “Kunci kinerja tinggi bukan hanya kemampuan, tapi juga rasa nyaman dan saling percaya,” tambahnya.
Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya RSUD Banten membangun budaya kerja kolaboratif. Dengan komunikasi yang lebih terbuka antarbagian, koordinasi pelayanan menjadi lebih cepat, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
Bangun Lingkungan Kerja yang Sehat dan Inklusif
RSUD Banten berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, di mana setiap karyawan memiliki ruang untuk didengar dan dihargai. Melalui kegiatan informal seperti makan siang bersama, dialog rutin, hingga evaluasi kinerja berbasis empati, manajemen berupaya memperkuat rasa kebersamaan di seluruh lini.
“Kami percaya pendekatan interpersonal bisa menjadi jembatan untuk menumbuhkan loyalitas dan tanggung jawab pegawai. Jika komunikasi berjalan baik, pelayanan kepada masyarakat pun akan jauh lebih optimal,” tegas Danang.
Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan humanis bisa berdampak besar dalam organisasi layanan publik. Dengan lebih dari 1.000 pegawai yang tersebar di berbagai bagian, RSUD Banten membuktikan bahwa budaya kebersamaan dan kedekatan antarkaryawan bisa menjadi pondasi utama dalam meningkatkan performa kerja dan kualitas layanan kesehatan. (*)