Klaim 'Khilaf' Setelah Tembak Hansip, Pelaku Curanmor Brutal Cakung Cuma Bisa Menyesal di Balik Jeruji

news.fin.co.id - 10/11/2025, 14:20 WIB

Klaim 'Khilaf' Setelah Tembak Hansip, Pelaku Curanmor Brutal Cakung Cuma Bisa Menyesal di Balik Jeruji

Para pelaku penembakan hansip di kawasan Cakung, Jakarta Timur

Kronologi Singkat: Niat Curi Motor Berujung Aksi Penembakan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa ini berawal ketika kedua pelaku hendak mencuri sepeda motor di kawasan Cakung. Namun aksi mereka diketahui oleh seorang hansip yang tengah bertugas malam itu. Pelaku yang panik kemudian menembak korban sebelum melarikan diri.

Insiden tersebut langsung menghebohkan warga sekitar dan viral di media sosial. Publik menyoroti keberanian pelaku yang nekat membawa senjata api saat melakukan aksi pencurian.

“Kasus ini menunjukkan bahwa tindak kejahatan jalanan kini makin berani dan brutal. Tapi kami memastikan, siapa pun yang mencoba mengganggu keamanan masyarakat akan kami kejar dan tangkap,” tegas Kombes Budi.

Advertisement

Polisi Tegaskan Akan Tindak Tegas Pelaku Kejahatan Jalanan

Polda Metro Jaya memastikan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan jalanan di wilayah hukumnya. Kasus ini juga menjadi peringatan keras bagi kelompok pencuri motor (curanmor) yang kerap meresahkan masyarakat.

“Kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan yang menggunakan kekerasan atau senjata api,” ujar Budi Hermanto menegaskan.

Selain itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Polisi juga mengapresiasi kerja sama warga yang membantu proses identifikasi dan pelacakan pelaku.

Kasus Ditangani Intensif, Polisi Dalami Motif dan Asal Senjata

Saat ini, penyidik masih mendalami asal-usul senjata api yang digunakan pelaku serta motif di balik tindak kejahatan ini. Meski pelaku mengaku khilaf, kepolisian menegaskan akan menjerat mereka dengan pasal berlapis, termasuk kepemilikan senjata ilegal dan percobaan pembunuhan.

“Kami masih mengembangkan penyidikan, termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang memasok senjata api kepada pelaku,” kata Budi menambahkan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan jalanan bisa terjadi kapan saja. Karena itu, kerja sama antara masyarakat dan aparat hukum menjadi kunci utama untuk menjaga keamanan bersama. - Rafi Adhi/Disway

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID