Siswa SMP di Tangsel Diduga Jadi Korban Bullying, Hingga Didiagnosa Lumpuh

news.fin.co.id - 10/11/2025, 18:18 WIB

Siswa SMP di Tangsel Diduga Jadi Korban Bullying, Hingga Didiagnosa Lumpuh

Kasus dugaan perundungan atau bullying terjadi di  SMP Negeri 19 Tangerang Selatan (Tangsel). (Ist)

fin.co.id -  Kasus dugaan perundungan atau bullying terjadi di  SMP Negeri 19 Tangerang Selatan (Tangsel).

Korban berinisial MH (13) harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, usai diduga mengalami tindak kekerasan di lingkungan sekolahnya.

Menurut paman korban, Budiyanto (41), tindak kekerasan itu terjadi pada 20 Oktober 2025 dan menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul oleh rekan di sekolahnya.

Bahkan kata dia, berdasarkan diagnosa dari pihak rumah sakit korban mengalami kelumpuhan akibat kekerasan itu.

Advertisement

"Diagnosa dari dokter ponakan saya sudah tidak bisa jalan, terus matanya juga rabun mungkin karena pukulan di kepala itu merembet ke saraf mata," ujarnya, saat ditemui di kediaman korban, Senin (10/11/2025).

Budi mengungkapkan, sebelumnya keluarga mengaku sempat mendapatkan komitmen dari pihak terduga pelaku untuk menanggung biaya pengobatan.

Namun, kesepakatan itu disebut tidak berlanjut tanpa alasan yang jelas dari pihak terduga pelaku.

"Awalnya pihak pelaku menyetujui biaya pengobatan sampai sembuh, tapi sekarang sudah tidak mau lagi bertanggung jawab," ungkapnya.

Tak hanya itu, Budi juga menyesalkan, sikap pihak sekolah yang disebut lambat dan terkesan tidak perduli serta tak menunjukkan perhatian terhadap kondisi korban.

"Pihak sekolah pun lepas tangan, tidak mau tanggung jawab sama masalah ini, pernah datang kesini setelah dua hari kejadian tapi setelah itu tidak ada kabar, kemudian baru datang lagi hari ini (10 November 2025)," terangnya.

Atas nama keluarga, Budi berharap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel dapat bersikap tegas, dengan cara mengeluarkan pelaku dari sekolah.

"Kalau laporan ke polisi belum ada rencana, cuma kami ingin pihak sekolah ataupun Dindikbud Tangsel mengeluarkan si pelaku dari sekolah," harapnya.9

"Karena pelaku bukan cuma sekali itu saja melakukan bully ke ponakan saya, tapi sudah berulang. Dan kalau pelaku tidak dikeluarkan, saya minta ponakan saya dipindahkan ke SMP Negeri lainnya," pungkasnya.

Advertisement
Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID