fin.co.id – Kasus ledakan di bangunan masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, terus didalami pihak kepolisian
Polda Metro Jaya mengungkap, bahwa bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian dan di rumah pelaku ternyata sama jenis.
Kombes Pol Ari Kurniawan Jati, Kabid Balistik Metalurgi Forensik (Balmetfor) Mabes Polri menjelaskan bahwa bom yang disiapkan pelaku memiliki daya ledak rendah.
"Dari olah TKP yang kami laksanakan, baik di TKP 1, TKP 2, maupun rumah anak yang berkonflik dengan hukum, didapatkan hasil bahwa di TKP 1 terdapat residu bahan peledak dengan kekuatan rendah atau low explosive," ungkap Ari Kurniawan dalam konferensi pers.
"Kemudian pada TKP 2 maupun bahan yang didapat dari bom yang belum meledak kita analisa di laboratorium forensik kita mendapatkan hasil bahan peledak yang memiliki kekuatan rendah atau low explosive," sambungnya.
Menurutnya, daya bom yang ditemukan di rumah pelaku sama dengan bahan peledak yang telah diledakkan di masjid sekolah dan dekat tong sampah.
"Dengan kata lain bahwa bahan di TKP 1 di mesjid atau di TKP 2 di samping bank sampah itu ada kesesuaian dengan bahan-bahan yang ada di rumah anak yang berkonflik dengan hukum," ucapnya.
Perlu diketahui, peristiwa ledakan terjadi saat khotbah solat Jumat 7 November 2025, menyebabkan sebanyak 96 orang mengalami luka-luka.
Diketahui Pelaku adalah siswa SMAN 72 Jakarta, yang ternyata kerap mengakses situs gelap atau dark web.
Berdasarkan temuan Densus 88 Antiteror Polri, siswa tersebut merakit peledak sendiri dengan mengacu pada panduan yang ia akses di internet.