Nasional . 11/11/2025, 20:31 WIB

Terungkap! Sejarah Kelam Rupiah Jadi Uang Paling Banyak Nol di Asia Tenggara!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

- Uang Rp1.000 jadi Rp100

- Uang Rp500 jadi Rp50

Simpanan bank di atas Rp25.000 dibekukan dan otomatis jadi pinjaman ke negara.

Rakyat kehilangan uang, daya beli hancur, sementara harga barang tidak ikut turun.

Akibatnya, masyarakat makin tak percaya pada rupiah. Banyak orang mulai menyimpan harta dalam bentuk emas atau dolar.

3. Redenominasi 1965: Potong Tiga Nol, Tapi Harga Tak Turun

Krisis 1965 menjadi titik nadir ekonomi Indonesia. Inflasi mencapai ribuan persen per tahun!

Uang lama Rp1.000 diganti dengan uang baru Rp1. Tujuannya agar sistem moneter lebih sederhana.

Namun yang terjadi justru kebalikannya.

Harga barang di pasar tidak menyesuaikan, pedagang menaikkan harga karena takut inflasi berlanjut.

Akibatnya, daya beli rakyat jatuh, dan trauma terhadap “pemotongan uang” makin membekas.

Era Orde Baru: Stabilitas Semu yang Ditopang Utang

Memasuki masa Orde Baru, ekonomi tampak stabil. Nilai tukar rupiah tenang, inflasi terkendali, dan pembangunan berjalan.

Namun di balik itu, stabilitas semu ini bertumpu pada utang luar negeri dan sistem ekonomi yang korup.

Krisis moneter Asia 1997–1998 memporak-porandakan segalanya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com