Wamendiktisaintek Dorong Transformasi Riset Nasional, Fokus Cetak Peneliti Sains Perempuan Indonesia

news.fin.co.id - 11/11/2025, 18:43 WIB

Wamendiktisaintek Dorong Transformasi Riset Nasional, Fokus Cetak Peneliti Sains Perempuan Indonesia

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie. Foto: Hasyim Ashari

fin.co.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan komitmennya untuk melakukan perubahan mendasar dalam ekosistem pendidikan tinggi dan riset nasional.

Fokus utama dari transformasi tersebut adalah mendorong lahirnya lebih banyak peneliti sains perempuan di Indonesia, yang diharapkan menjadi pondasi kuat bagi terciptanya Program Peneliti Sains Indonesia yang unggul serta berdaya saing global.

“Ada beberapa program seperti kita memkhususkan wanita atau perempuan di AI itu juga tahun lalu saya hadir dan kita bekerjasama dengan swasta untuk wanita di AI dan kita punya direktorat khusus namanya Direktorat Disseminasi Sains dan Teknologi jadi itu memang disseminasi untuk mengubah atau memperbaiki pandangan publik mengenai pentingnya sains dalam kehidupan sehari-hari termasuk pentingnya wanita di dalam situ,” kata Stella Christie dalam konferensi pers, Selasa, 11 November 2025.

Stella menambahkan, program penguatan riset tidak hanya ditujukan untuk perempuan, tetapi juga menyasar peneliti muda, terutama pelajar SMA yang memiliki minat di bidang sains.

Advertisement

“Kita satu lagi yang sangat saya ingin tekankan juga adalah ada seperti namanya sains muda belia ini adalah kompetisi sains untuk anak-anak SMA dan disitu ternyata kita lihat banyak sekali justru yang perempuan yang ikut disitu dan ini kalau kita bina sejak SMA dan nanti pasti di sekolah Garuda pun yang di bawah kita,” katanya.

Paradigma Baru: Riset sebagai Pilar Kemandirian Bangsa

Sebagai ilmuwan kognitif yang pernah menjabat Guru Besar di Tsinghua University, Stella Christie menilai bahwa ristek adalah kunci utama bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap) dan menuju status negara maju.

“Pendidikan tinggi, sains, dan teknologi adalah fondasi krusial untuk pertumbuhan ekonomi. Data global menunjukkan, universitas berorientasi riset mampu melahirkan inovasi yang memperkuat daya saing bangsa sekaligus mendorong lahirnya industri baru,” ujar Wamendiktisaintek.

Ia mencontohkan universitas riset terkemuka dunia seperti MIT dan Stanford University, yang tak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga membentuk lulusan dengan pola pikir riset yang mampu menjadi inovator di berbagai sektor industri.

Menurut Stella, Indonesia perlu membangun sistem riset yang lebih terstruktur dan berkelanjutan untuk mencetak generasi ilmuwan sains yang tangguh dan berorientasi global.

Strategi: Riset yang Fokus, Lokal, dan Berdampak Global

Meski detail final program nasional pembinaan peneliti masih dimatangkan, Stella Christie telah memaparkan tiga arah utama kebijakan riset nasional:

1. Riset Berbasis Lokal dan Fokus.

Advertisement

Penelitian di perguruan tinggi harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan spesifik di setiap daerah. Riset yang berakar pada potensi lokal akan memberikan dampak nyata terhadap pembangunan ekonomi wilayah.

2. Membangun Research Mindset Sejak Dini.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID