Ekonomi . 12/11/2025, 21:03 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Meningkatkan efisiensi transaksi ekonomi nasional
Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah
Memperkuat daya beli masyarakat
Meningkatkan kredibilitas rupiah di mata internasional
Secara sederhana, redenominasi adalah penyederhanaan nilai nominal mata uang tanpa mengubah nilai riilnya. Misalnya, jika saat ini Rp1.000 disederhanakan menjadi Rp1, maka nilai barang dan jasa tetap sama yang berubah hanya angka di nominal uang.
Langkah ini bertujuan untuk memudahkan transaksi, meningkatkan efisiensi sistem pembayaran, serta membangun persepsi positif terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Banyak negara seperti Turki, Rusia, dan Korea Selatan telah melakukan redenominasi dalam sejarah ekonomi mereka dengan hasil yang positif, terutama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang domestik.
Dony Oskaria juga menegaskan pentingnya publik memahami perbedaan antara redenominasi dan sanering.
Redenominasi hanya menyederhanakan nilai nominal mata uang, tanpa mengurangi daya beli atau memotong saldo masyarakat.
“Tidak perlu panik. Ini bukan sanering seperti yang pernah terjadi dulu. Nilainya tetap sama, hanya angka nominalnya yang disesuaikan agar sistem ekonomi lebih efisien,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan transparansi dan akuntabilitas ekonomi yang lebih baik, terutama dalam laporan keuangan perusahaan dan transaksi antar pelaku usaha.
Rencana redenominasi rupiah juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan ekonomi digital dan sistem keuangan yang modern.
Dengan nominal yang lebih sederhana, diharapkan proses pembukuan, transaksi digital, dan perbankan menjadi lebih efisien serta minim kesalahan.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari transformasi ekonomi nasional, di mana stabilitas moneter dijaga agar tetap kondusif bagi para investor lokal maupun asing.
“Bagi kami, ini bukan ancaman, tapi langkah maju. Justru dengan redenominasi, dunia melihat bahwa ekonomi Indonesia semakin dewasa dan siap bersaing di tingkat global,” pungkas Dony Oskaria.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media