Dokumen Penting Ludes Dilalap Api, Dukcapil Jakarta Barat Langsung Siaga Satu Bantu Korban Kebakaran

news.fin.co.id - 17/11/2025, 17:01 WIB

Dokumen Penting Ludes Dilalap Api, Dukcapil Jakarta Barat Langsung Siaga Satu Bantu Korban Kebakaran

Dukcapil Jakarta Barat bantu korban kebakaran Tomang urus KTP, KK, dan Akte Kelahiran secepat sehari. Foto: ANTARA/Risky Syukur.

fin.co.id - Kebakaran hebat yang melanda permukiman di Jalan Tomang Banjir Kanal, Gang Pelita 08, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, meninggalkan duka mendalam bagi ratusan warga. Selain rumah dan harta benda yang ludes, dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), dan akte kelahiran juga ikut hilang. Untungnya, Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Barat langsung tanggap dengan membuka posko khusus bagi korban.

Kepala Sektor Dukcapil Palmerah, Nia Ulfa, menjelaskan, posko ini hadir untuk membantu warga mengganti dokumen yang hilang akibat kebakaran. "Dukcapil akan mengeluarkan penggantian KTP, Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran. Bisa langsung dilaporkan di posko kami yang sudah buka dari pagi hari ini, dari jam 08.00 WIB," ujar Nia saat ditemui di lokasi kebakaran, Senin, 17 November 2025.

Proses pengurusan dokumen berlangsung cepat. Nia menekankan, warga bisa mendapatkan KTP dan KK dalam satu hari. Sedangkan untuk akte kelahiran, warga perlu terlebih dahulu membuat surat keterangan hilang di kepolisian. "Di posko ini kita data dulu warga yang kehilangan. Kemudian kita urus di kantor kelurahan (Jatipulo). Kita butuh PM1 dari lurah dulu," jelasnya.

Data sementara mencatat, kebakaran ini berdampak pada sekitar 125 kepala keluarga atau sekitar 350 orang. Dukcapil berkomitmen membuka layanan pengurusan dokumen selama satu minggu ke depan untuk memastikan semua korban mendapatkan bantuan.

Advertisement

Salah satu korban, Dewi, mengungkapkan kesedihannya setelah seluruh harta benda dan dokumennya ludes terbakar. "Hangus semua, enggak ada sisa, termasuk surat-surat juga," kata Dewi sambil terduduk lesu di meja posko Dukcapil. Dewi bersama lima anggota keluarganya kini masih mengungsi di tenda yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sama seperti ratusan warga lainnya.

Kebakaran ini bermula pada Minggu sore, 16 November 2025, setelah warga mendengar dentuman keras dari arah permukiman. Menurut Ketua RW 04 Kelurahan Jatipulo, Maulana Sani, suara tersebut berasal dari kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dan transmisi yang putus di RT 6, tepat di atas rumah warga. "Putus, terus mengarah ke sini," jelas Maulana.

Percikan api dari kabel SUTET tersebut kemudian memicu kebakaran di beberapa titik secara bersamaan. "Tiba-tiba asap membesar dari rumah warga di RT 9. Dari kabel, percikan apinya bikin kebakaran langsung di banyak titik," ujar Maulana. Kondisi ini membuat warga dan petugas kesulitan menangani api karena titik kebakaran tersebar luas.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Maulana segera menghubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah terdampak. "Yang mengurus SUTET itu dari Cawang dan Tebet, tolong pastikan kabel yang jatuh dan saat ini masih di atas rumah warga itu tidak ada aliran listriknya. Takutnya ada kebakaran susulan, makin parah nanti," katanya. Tindakan cepat ini mencegah risiko kebakaran lebih parah yang bisa mengancam pemukiman lain.

Kehadiran posko Dukcapil menjadi angin segar bagi korban. Selain memudahkan pengurusan dokumen yang hilang, posko ini juga mempercepat proses administrasi dan memberi rasa aman bagi warga yang tengah menghadapi trauma akibat kehilangan rumah dan harta benda. (ANT)

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID