fin.co.id - Detik-detik mencekam! Tiga bom aktif di SMAN 72 Jakarta gagal meledak karena pelaku terluka. Polisi bongkar kronologi dan temuan Jibom!
Kabar Menggemparkan: Tiga Bom Siap Ledak di SMA 72 Jakarta Ternyata Gagal Total!
Wajib banget Anda tahu, kasus ledakan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, makin panas dan penuh kejutan! Pihak kepolisian baru saja membeberkan fakta yang benar-benar bikin tegang. Tiga bom aktif ditemukan di lokasi kejadian, tetapi untungnya, semua bom itu gagal meledak!
Bayangkan, tiga alat peledak siap menghancurkan, tapi gagal total! Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, langsung mengkonfirmasi temuan ini. Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Metro Jaya yang turun ke lokasi memastikan ada tiga bom dalam kondisi aktif saat ditemukan.
"Info dari Jibom, tiga bom tersebut belum sempat diledakkan," tegas Kombes Budi Hermanto kepada awak media pada Senin, 17 November 2025. Fakta krusial ini jelas menunjukkan potensi bahaya yang sangat besar di sekolah tersebut.
Bom Sudah Diamankan, Ternyata Pelaku Sudah Cedera Duluan!
Bagaimana nasib ketiga bom yang bikin jantung berdebar ini? Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa saat ditemukan, ketiga bom itu masih dalam kondisi utuh. Tim Jibom bergerak cepat! Mereka langsung melakukan proses penguraian untuk menghilangkan risiko ledakan susulan.
Ketiga bom itu kini sudah diurai dan menjadi barang bukti penting. Petugas sudah membawanya ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk pemeriksaan yang lebih mendalam.
Lantas, apa penyebab tiga bom yang sudah aktif ini bisa-gagal-meledak? Dugaan sementara polisi mengarah pada kondisi sang pelaku! Ya, rupanya pelaku lebih dahulu terluka sehingga ia tidak sempat memantik sumbu bom lainnya.
"Iya betul, karena pelaku lebih dahulu terluka," ungkap Kombes Budi, memperjelas mengapa tiga bom aktif ini tidak sampai diledakkan. Ini sungguh sebuah keberuntungan di tengah situasi mencekam tersebut.
Detik-Detik Mencekam Aksi NF, Sang Anak Berkonflik dengan Hukum
Polisi juga membeberkan kronologi lengkap detik-detik NF, anak berkonflik dengan hukum (ABH), melancarkan aksinya. Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, Kombes Roberto Gomgom Manorang Pasaribu, menjelaskan runtutan kejadian yang terekam jelas.
Pada pukul 06.28 WIB, NF terlihat memasuki gerbang SMAN 72 Jakarta. Ia menggunakan seragam sekolah, menggendong tas punggung merah, dan menenteng tas biru di tangan kirinya. Anehnya, sebuah botol tampak terselip di tasnya. NF sempat berbincang santai dengan seorang wanita berhijab sebelum akhirnya aksi horornya dimulai.
Puncak Ketegangan:
-
11.43 WIB: NF melintas tanpa alas kaki, diduga menggunakan dua celana panjang (putih dan hitam), berjalan menuju area masjid.
-
11.44 WIB: NF mulai memantau situasi di dalam dan luar masjid. Ia terlihat hanya mengenakan kaos dalam putih.
-
12.02 WIB Detik 28: NF sudah mengganti pakaian. Ia menggunakan baju putih, celana hitam, dan sepatu hitam. Yang bikin merinding, NF berjalan ke arah masjid sambil menyandang senjata mainan! Tangan kirinya tampak sedikit terangkat, seperti memegang barang kecil yang diduga adalah remot detonator.
-
12.02 WIB Detik 51: BOOM! Sebuah cahaya merah keluar dari dalam masjid, diikuti ledakan keras dan asap putih. NF langsung berlari menjauhi masjid. Pintu ruangan sampai terbuka, diduga kuat akibat ledakan ini.