Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump menyebut hasil pemungutan suara itu sebagai "momen luar biasa” dan memuji pengakuan terhadap Board of Peace, badan internasional yang menurutnya akan ia pimpin dan berisi "para pemimpin paling berpengaruh di dunia.”
Ia menambahkan bahwa resolusi tersebut "akan membuka jalan bagi lebih banyak perdamaian di seluruh dunia.”
Trump juga berterima kasih kepada PBB dan seluruh anggota Dewan Keamanan, termasuk Rusia dan Cina, yang memilih abstain dan tidak memveto resolusi itu.
Trump mengatakan masih akan ada "banyak pengumuman menarik” dalam beberapa minggu mendatang.
Hamas tolak resolusi DK PBB terkait rencana Gaza
Sementara, Hamas menolak resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendukung rencana di Gaza yang diusulkan Presiden AS Donald Trump.
Hamas menilai proposal itu tidak memenuhi hak dan tuntutan rakyat Palestina, serta menuntut "perwalian internasional” atas Jalur Gaza.
Dalam pernyataannya, Hamas mengkritik mandat pasukan internasional yang akan diberi peran di dalam Gaza, termasuk melucuti kelompok perlawanan.
Menurut Hamas, langkah itu menghilangkan netralitas pasukan internasional dan menjadikannya "pihak dalam konflik yang menguntungkan pendudukan.”
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyebut resolusi tersebut sebagai langkah penting menuju Gaza yang stabil dan mampu berkembang, serta kondisi yang memungkinkan Israel hidup dengan aman.