fin.co.id - Perumda Pasar Jaya akhirnya mengambil langkah besar yang langsung menyedot perhatian para pedagang. Perusahaan menurunkan harga kios hingga 54% dari nilai appraisal, sebuah keputusan yang muncul setelah proses evaluasi sejak terbitnya Kajian KJPP pada 15 Mei 2024. Banyak pedagang langsung menyorot perkembangan ini karena peluang untuk mendapatkan kios baru jadi jauh lebih terjangkau.
Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Fahri Irfan, menjelaskan bahwa harga sebelumnya memang terlalu berat untuk sebagian besar pedagang. “Sebelumnya, harga lantai dasar itu Rp940 juta dan lantai satu Rp640 juta. Kami melakukan penurunan harga dari nilai appraisal sampai dengan 54 persen. Penyesuaian harga ini merupakan tindak lanjut dari proses evaluasi yang telah berjalan,” ujarnya di Jakarta.
Langkah ini bukan sekadar penyesuaian harga. Pasar Jaya juga menyiapkan skema pembayaran yang jauh lebih ringan, termasuk diskon tambahan dan cicilan hingga 18 bulan. Dengan opsi ini, pedagang yang sebelumnya ragu kini mulai melihat peluang baru untuk kembali menghidupkan usahanya di area pasar yang sudah lama jadi pusat aktivitas perdagangan obat dan perlengkapan kesehatan di Jakarta tersebut.
Harga Baru yang Bikin Pedagang Langsung Hitung-hitungan
Pasar Jaya resmi menetapkan harga sewa kios pada 20 Oktober 2025, dan angkanya langsung membuat banyak pedagang bernapas lega. Irfan menyebutkan bahwa:
- Lantai dasar kini dibanderol Rp390 juta atau sekitar Rp975 juta per meter.
- Lantai satu dipatok Rp345 juta atau sekitar Rp86.250.000 per meter.
Setiap kios memiliki ukuran empat meter, sehingga pedagang bisa langsung memperkirakan kebutuhan modalnya untuk 20 tahun ke depan. Ya, biaya tersebut sudah mencakup penggunaan selama dua dekade, sehingga pedagang tak perlu memikirkan kenaikan harga sewa dalam jangka pendek.
Menurut Irfan, kebijakan ini mencerminkan keberpihakan Pasar Jaya terhadap para pedagang. Perumda ingin memastikan revitalisasi pasar bukan hanya mempercantik bangunan, tetapi juga menciptakan keadilan dan keterjangkauan bagi pelaku usaha.
Revitalisasi Pasar Pramuka Mulai Kencang, Semua Mata Tertuju ke Transformasinya
Revitalisasi Pasar Pramuka terus bergerak setelah Pasar Jaya menampung banyak aspirasi dari pedagang, fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta, Komisi B, Kemenko Polhukam, hingga Ombudsman. Setiap masukan mendorong Pasar Jaya membangun pasar yang lebih modern tanpa kehilangan ciri khas kerakyatan.
Irfan menegaskan bahwa perombakan besar ini tidak hanya soal fisik bangunan. Pasar Jaya ingin menciptakan ekosistem perdagangan yang:
- lebih tertata,
- higienis,
- aman,
- dan nyaman bagi pembeli maupun pedagang.
Ia percaya Pasar Pramuka bisa menjadi contoh transformasi pasar tradisional menuju pengelolaan modern yang tetap ramah untuk UMKM.
Mencari Titik Tengah Bersama Pedagang
Keputusan menurunkan harga sewa bukan langkah spontan. Pasar Jaya ingin mencari titik tengah yang membantu pedagang bertahan, tetapi tetap memastikan proyek revitalisasi tetap berjalan. Dengan pemangkasan harga hingga lebih dari setengahnya, perusahaan berharap pedagang semakin optimistis menjalankan usaha dalam jangka panjang.