fin.co.id Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Tangerang, terutama selama masa peralihan musim yang dinilai lebih rawan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Tim Kerja Meteorologi dan Klimatologi BMKG Wilayah II, Ana Oktavia Sejawati, menjelaskan bahwa pola iklim tahun ini menunjukkan perbedaan signifikan.
"Musim kemarau 2025 berlangsung lebih singkat, sementara hujan datang lebih cepat, terutama di wilayah selatan Kabupaten Tangerang," ujarnya, Rabu 20 November 2025.
Ana menekankan bahwa fase peralihan seperti saat ini justru menjadi periode paling kritis. "Potensi cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, hingga genangan, lebih besar terjadi sebelum musim hujan penuh tiba," tambahnya.
BMKG memproyeksikan puncak musim hujan akan terjadi pada Februari 2026, dengan potensi peningkatan kejadian cuaca ekstrem, khususnya di wilayah rawan bencana. Oleh karena itu, BMKG mengimbau para pemangku kebijakan daerah untuk menjadikan informasi dari BMKG sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Pemerintah daerah juga diharapkan menggunakan informasi ini sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan untuk mengurangi risiko bencana," pungkasnya.