Nasional . 20/11/2025, 13:46 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dalam data pengamatan visual dan instrumental, Semeru juga mengalami:
1 kali gempa embusan (amplitudo 3 mm; durasi 67 detik)
1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 30 mm, S-P 21 detik, dan durasi 77 detik
Gempa embusan biasanya menunjukkan adanya pelepasan tekanan gas dari dalam tubuh gunung api, sedangkan gempa tektonik jauh menandakan adanya pengaruh pergerakan tektonik regional yang turut memengaruhi kestabilan gunung.
Kondisi Visual
Secara visual, Gunung Semeru terpantau:
Terlihat jelas hingga tertutup kabut level 0–II
Asap kawah tidak teramati
Cuaca mendung
Angin bertiup lemah ke arah utara, tenggara, dan selatan
Meskipun asap kawah tidak terlihat, aktivitas kegempaan memperlihatkan bahwa kondisi gunung masih sangat aktif dan perlu diwaspadai.
Status Tetap Awas (Level IV)
PVMBG menetapkan status Awas Level IV sejak Rabu (19/11/2025) pukul 17.00 WIB. Status ini adalah level tertinggi dalam sistem peringatan gunung api Indonesia, yang menunjukkan bahwa erupsi besar dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dengan status tersebut, pemerintah mengeluarkan serangkaian rekomendasi ketat untuk menjaga keselamatan masyarakat.
Rekomendasi PVMBG untuk Masyarakat
PVMBG memberikan imbauan resmi sebagai berikut:
1. Larangan Aktivitas di Sepanjang Besuk Kobokan (20 km)
Masyarakat tidak boleh beraktivitas di sektor tenggara, terutama sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi) sebab area tersebut merupakan jalur utama aliran awan panas.
2. Area 500 Meter dari Sempadan Sungai Juga Harus Steril
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media