Gunung Semeru Terus Bergemuruh, 32 Kali Guguran Terekam dalam Enam Jam Pemantauan

news.fin.co.id - 20/11/2025, 11:26 WIB

Gunung Semeru Terus Bergemuruh, 32 Kali Guguran Terekam dalam Enam Jam Pemantauan

Awan Panas Guguran (APG) Gunungapi Semeru terpantau dari CCTV Pos Pantau PVBMG pukul 06.30 WIB, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur

fin.co.id - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Dalam rentang waktu enam jam, mulai Kamis pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung tertinggi di Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl itu mencatat puluhan kejadian kegempaan.

“Aktivitas Gunung Semeru untuk pengamatan kegempaan tercatat 32 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-16 mm dan lama gempa 69-108 detik,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Tidak hanya gempa guguran, gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tersebut juga memperlihatkan aktivitas lain. Tercatat ada 25 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 71–141 detik.

“Semeru juga alami satu kali gempa embusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 67 detik. Kemudian satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 30 mm, S-P 21 detik dan lama gempa 77 detik,” tuturnya.

Advertisement

Secara visual, pengamat melaporkan kondisi gunung api tampak bervariasi, mulai dari jelas hingga tertutup kabut kategori 0–II. Asap kawah tidak terlihat, dengan cuaca mendung dan angin lemah bergerak ke arah utara, tenggara, dan selatan.

Yadi menegaskan bahwa Semeru kini berada pada status Awas atau Level IV sejak Rabu (19/11) pukul 17.00 WIB. Status tertinggi ini ditetapkan lantaran aktivitas vulkanik meningkat signifikan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun mengeluarkan beberapa rekomendasi penting bagi masyarakat.

Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 20 km dari puncak karena area tersebut berada di jalur potensi awan panas dan aliran lahar.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar,” katanya.

Selain itu, masyarakat diimbau menjauhi radius 8 km dari kawah atau puncak Semeru karena wilayah tersebut rawan lontaran material pijar. Peringatan juga diberikan terkait potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID