Zelensky Terjepit Dua Arah! Tekanan AS dan Serangan Rusia Bikin Ukraina di Ujung Tanduk

news.fin.co.id - 20/11/2025, 18:39 WIB

Zelensky Terjepit Dua Arah! Tekanan AS dan Serangan Rusia Bikin Ukraina di Ujung Tanduk

Pemberitaan jurnalis media barat terkait konflik Rusia-Ukraina menjadi sorotan lantaran diduga penuh rasisme

fin.co.id - Amerika Serikat (AS) akhirnya turun tangan lebih serius untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina yang sudah berlangsung lebih dari 3,5 tahun.

Upaya ini muncul dalam bentuk usulan kerangka rencana perdamaian yang disusun Washington dan kini tengah menunggu tanggapan resmi dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Informasi soal proposal perdamaian ini pertama kali diungkap dua sumber dari Pemerintah AS pada Rabu (19/11/2025) kepada Reuters. Meski identitas keduanya dirahasiakan, keduanya memastikan bahwa Zelensky diminta menerima kerangka perdamaian tersebut, meski isinya terbilang pahit bagi Ukraina.

Advertisement

Menurut sumber tersebut, dalam draft awal rencana perdamaian AS terdapat dua poin besar yang menjadi fokus:

1. Ukraina harus menyerahkan sebagian wilayahnya kepada Rusia

Wilayah yang dimaksud tidak dijelaskan secara detail, namun diduga kuat merujuk pada area timur dan selatan yang sudah dikuasai militer Rusia sejak 2022. Saat ini sekitar 19 persen wilayah Ukraina berada di bawah kendali Rusia.

2. Ukraina diwajibkan mengecilkan ukuran angkatan bersenjatanya

Ini adalah konsesi yang sangat berat, terutama di tengah perang yang masih berlangsung. Namun langkah ini dianggap sebagai bagian dari jaminan keamanan jangka panjang agar konflik tidak berlanjut.

Proposal perdamaian ini muncul di tengah posisi Ukraina yang semakin terdesak di medan tempur. Pasukan Rusia unggul di beberapa titik strategis di timur, membuat Ukraina sulit membalas tanpa dukungan besar-besaran dari Barat.

Perang Berat, Skandal Korupsi Menghantui

Situasi politik internal Ukraina juga semakin menyulitkan Zelensky. Presiden berusia 47 tahun itu kini menghadapi skandal korupsi besar di lingkaran pemerintahannya, yang membuat reputasi dan dukungan publik terhadapnya menurun.

Kondisi ini membuat banyak negara Barat—termasuk AS—mulai mendorong adanya solusi yang lebih realistis untuk menghentikan perang. Proposal perdamaian ini disebut sebagai bagian dari upaya tersebut.

Advertisement

Meski bocoran proposal sudah muncul di media, Gedung Putih menolak memberikan komentar. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberikan pernyataan yang terdengar sangat diplomatis.

Rubio menegaskan bahwa AS terus mengumpulkan berbagai ide dari kedua pihak yang bertikai.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID