fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan, program bursa kerja atau Job Fair terbukti efektif menekan angka tawuran di Ibu Kota. Menurut Pramono, pendekatan yang digu nakan lebih bersifat kemanusiaan daripada represif dalam menangani masalah tawuran di Jakarta.
"Jadi untuk hal yang berkaitan tawuran seperti yang kami lakukan di berbagai tempat sekarang pendekatannya lebih pendekatan yang bersifat human approach (pendekatan kemanusiaan)," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 21 November 2025.
Strategi yang diterapkan adalah dengan memberikan akses kerja seluas-luasnya bagi para pelaku tawuran melalui Job Fair, sehingga energi mereka dapat diarahkan ke kegiatan yang lebih produktif.
"Maka kenapa kemudian kami membuka job fair di beberapa tempat dan rata-rata kami juga memberikan kesempatan kepada kelompok ini untuk bisa ikut bekerja di Jakarta," tambahnya.
Pramono menegaskan bahwa pendekatan ini terbukti ampuh menurunkan angka tawuran remaja di Jakarta, dan sesuai dengan keinginan para pelaku.
"Karena mereka memang meminta untuk itu termasuk kemudian menyalurkan energinya untuk bekerja," jelas Mas Pram, sapaan akrabnya.
Sebagai informasi, sepanjang 2025, Pemprov DKI Jakarta telah menggelar Job Fair dengan total 578 booth perusahaan dan menerima 41.403 lamaran. Selain itu, Pemprov juga menyelenggarakan pelatihan kerja di Pusat Pelatihan Kerja Daerah dengan 13 kejuruan dan 83 program pelatihan berbasis kompetensi.
(Cahyono)