Nilai Matematika Siswa SMA Jeblok di TKA 2025, Mendikdasmen Ungkap Penyebabnya

news.fin.co.id - 22/11/2025, 21:00 WIB

Nilai Matematika Siswa SMA Jeblok di TKA 2025, Mendikdasmen Ungkap Penyebabnya

fin.co.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti akhirnya buka suara dan menjelaskan bahwa akar persoalannya bukan terletak pada kemampuan siswa, melainkan pada cara pembelajaran yang selama ini diterapkan.

Menurut Mu'ti, rendahnya nilai matematika bukan berarti siswa bodoh, tetapi karena metode mengajar dan buku yang digunakan tidak membuat siswa tertarik untuk terus belajar.

Advertisement

"Bukan karena muridnya goblok, bukan. Tapi mungkin cara kita mengajarkannya dan bukunya tidak mendorong mereka untuk belajar matematika," ujar Mu'ti saat membuka Munas Ikapi ke-20 di Jakarta.

Pernyataan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa matematika hanya bisa dikuasai oleh segelintir siswa tertentu. Masalah utama ternyata ada pada pendekatan pembelajaran.

Matematika Dianggap Sulit

Mu'ti mengakui, hingga kini matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang “menakutkan” bagi banyak siswa. Pandangan ini secara langsung menyumbang pada rendahnya numerasi nasional.

Rendahnya kemampuan numerasi siswa juga terbukti dari skor Programme for International Student Assessment (PISA) yang terus turun.

Menurut Mu'ti, mindset ini harus diubah jika Indonesia ingin mengejar ketertinggalan dalam bidang Sains dan Teknologi.

Pemerintah Dorong STEM

Untuk memperbaiki situasi, pemerintah menyiapkan strategi baru agar siswa menyukai pelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Math).

Mu'ti menyebut bahwa buku-buku STEM di sekolah harus dibuat lebih aplikatif, menyenangkan, dan mudah dipahami.

Advertisement

"Kita kembangkan buku-buku sains yang mudah, murah, dan menyenangkan," jelasnya.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID