Indonesia Kebanjiran Minat Kerja Sama di KTT G20 Afrika Selatan

news.fin.co.id - 23/11/2025, 11:43 WIB

Indonesia Kebanjiran Minat Kerja Sama di KTT G20 Afrika Selatan

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

fin.co.id - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Natsir mengatakan sejumlah negara di Afrika berminat untuk melakukan kerjasama dengan Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh mereka dalam pertemuannya dengan pejabat Indonesia di sela-sela KTT G20 di Afrika Selatan.

"Beberapa negara Afrika sengaja kami temui karena mereka ingin meningkatkan kerja sama ekonomi," kata Arrmanatha, Minggu, 23 November 2025.

Ia menyebut bahwa Wapres Gibran Rakabuming Raka telah melakukan 6 pertemuan bilateral yang dilakukan Indonesia dengan negara-negara anggota G20, secara umum membahas dorongan untuk meningkatkan kerja sama bilateral di bidang ekonomi, salah satunya di komoditas kopi.

Advertisement

Ia mencontohkan Republik Angola dan India yang meminta Indonesia berbagi pengetahuan terkait budi daya kopi luwak.

“Kerja sama ini mencakup aspek ekonomi yang sifatnya lebih maju, tetapi juga hal-hal fundamental yang menjadi kebutuhan dasar,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Angola, Joao Manuel Goncalves Lourenco dan Perdana Menteri (PM) Ethiopia Abiy Ahmed Ali berencana untuk mendatangi Indonesia pada 2026 mendatang.

“Terkait dengan pertemuan bilateral tadi baik dari Angola maupun Ethiopia menyatakan keinginan untuk berkunjung ke Indonesia. Tadi disampaikan mungkin pada kesempatan pertama di tahun depan mereka ingin berkunjung ke Indonesia,” kata Airlangga.

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, akan menyiapkan langkah teknis melalui kementerian terkait, termasuk melakukan pelaporan kepada Prabowo Subianto Presiden guna membuka peluang pendalaman kerja sama.

Airlangga mengatakan Ethiopia berminat melakukan kerja sama di sektor pertanian dan industri hilir.

“Lima sampai enam perusahaan dan tentunya mereka juga membutuhkan support dari Indonesia terutama untuk di sektor agrikultur dan juga sektor-sektor yang mereka sangat butuhkan yaitu derivatif daripada kelapa sawit,” jelas Airlangga.

Selain Angola dan Ethiopia, Airlangga menyebut sejumlah negara lain turut menyampaikan minat kerja sama dengan Indonesia di berbagai sektor.

Finlandia, misalnya, disebut tertarik menanamkan investasi pada industri pusat data (data center).

Advertisement

“Negara lain seperti Finlandia yang kita tahu negara dengan teknologi tinggi, mereka berminat untuk masuk (investasi) di dalam data center,” kata dia.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID