Alim Ulama PBNU Sepakat Tidak Ada Pemakzulan Gus Yahya, Tidak Ada Pengunduran Diri

news.fin.co.id - 24/11/2025, 07:00 WIB

Alim Ulama PBNU Sepakat Tidak Ada Pemakzulan Gus Yahya, Tidak Ada Pengunduran Diri

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Said Asrori (depan, dua dari kiri) dalam silaturahim ulama di Kantor Pusat PBNU,. - (foto Antara)

  • Para kiyai PBNU menggelar pertemuan membahas polemik isu pemakzulan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gu Yahya.
  • Mereka sepakat tidak ada pemakzulan dan tidk ada pemungunduran diri. Gus Yahya tetap pimpin NU hingga masa jabatannya habis, yakni setahun lagi.
  • Sebelumnya, Rais Aam PBNU minta Gus Yahya mundur atau diberhentikan. Alasannya Gus Yahya mengundang tokoh pro Israel dalam sebuah pertemuan.
  • Namun Gus Yahya juga telah nyatakan sikap tidak akan mundur dari PBNU. Menurutnya, Rais Aam PBNU tida punya hak untuk melengserkannya.

Para kiai dalam Silaturahim Alim Ulama PBNU menyepakati bahwa tidak ada pemakzulan maupun pengunduran diri Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan kepengurusan harus berjalan penuh hingga Muktamar berikutnya. Meskipun ada usulan untuk mengadakan pertemuan yang lebih besar untuk perbaikan (islahul), Gus Yahya sendiri telah menegaskan akan menjalankan amanah penuh selama lima tahun dan belum menerima surat resmi terkait isu pengunduran diri yang beredar.


fin.co.id - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Said Asrori, mengumumkan bahwa para kiai telah mencapai kesepakatan untuk meniadakan pemakzulan terhadap Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Keputusan ini dicapai dalam kegiatan silaturahim alim ulama yang diselenggarakan di Gedung PBNU, Jakarta, pada Minggu malam 23 November 2025.

Ahmad Said menegaskan bahwa kepengurusan PBNU harus berjalan penuh hingga masa periodenya selesai, yang diperkirakan satu tahun lagi menjelang Muktamar.

"Kami para kiai telah sepakat kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode, yang muktamarnya kurang lebih satu tahun lagi. Semuanya tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, kami sepakat begitu. Semua 100 persen ini," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, yang dihadiri oleh sedikitnya 50 kiai, muncul usulan untuk mengadakan pertemuan alim ulama yang lebih besar guna membahas polemik yang terjadi di internal PBNU.

"Semua mengusulkan agar ada silaturahim yang lebih besar di antara para alim, para kiai dalam rangka islahul (perbaikan)," kata Ahmad Said.

Para ulama yang hadir juga mengajak semua pihak untuk melakukan tafakur atau perenungan demi kebaikan bersama.

"Mari bersama-sama bertafakur, bermujahadah (melawan hawa nafsu), selalu memohon pertolongan demi kebaikan di antara kita semua. Itu yang paling pokok. Jadi sekali lagi, tidak ada pengunduran dan tidak ada pemaksaan pengunduran diri," ujar Katib Aam Ahmad Said

Ia juga menegaskan bahwa pergantian jajaran pengurus PBNU hanya bisa dilakukan melalui forum tertinggi organisasi.

"Kalau ada pergantian itu majelis yang paling tinggi dan terhormat adalah Muktamar NU, dan itu diatur di dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)," tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, atau Gus Yahya, sebelumnya telah menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk mundur dari jabatannya, di tengah munculnya dinamika internal organisasi.

"Masa amanah yang saya terima dari Muktamar Ke-34 berlaku selama lima tahun dan akan dijalankan secara penuh," kata Gus Yahya di hadapan awak media, setelah mengadakan rapat koordinasi dengan sejumlah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di Surabaya, Jawa Timur, Minggu dini hari.

Gus Yahya turut mengklarifikasi bahwa hingga saat ini ia belum menerima surat resmi dalam bentuk apa pun terkait isu-isu internal yang beredar, termasuk dokumen yang tersebar di publik mengenai risalah hasil rapat harian Syuriyah pada Kamis 20 November yang disebut memintanya untuk mundur.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyerukan agar seluruh pengurus NU, dari PBNU hingga Ranting NU, tetap tenang dan menjaga suasana kondusif. Gus Ipul menegaskan bahwa dinamika yang terjadi saat ini merupakan perkara organisasi yang lumrah dan sedang ditangani oleh jajaran Syuriah PBNU sesuai dengan mekanisme internal yang berlaku.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca