Dampak Erupsi Gunung Semeru: 2 Orang Luka Berat, 200 Hektar Lahan Pertanian Hancur, 21 Unit Rumah Rusak Parah

news.fin.co.id - 24/11/2025, 09:00 WIB

Dampak Erupsi Gunung Semeru: 2 Orang Luka Berat, 200 Hektar Lahan Pertanian Hancur, 21 Unit Rumah Rusak Parah

Lahar dingin letusan gunung semeru (Dokumen Istimewa)

  • Erupsi Gunung Semeru yang terjadi sejak 19 November 2025 menyebabkan dua orang luka berat
  • Selain itu, sebanyak 200 hektar lahan pertanian rusak dan 21 unit rumah hancur.
  • Sebanyak 528 warga meninggalkan rumah mereka dan tinggal di pos pengungsian

Pemerintah Daerah dan Badan Geologi masih mempertahankan Status Level IV atau Awas. Penetapan status ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi aktivitas susulan. Atas dasar ini pula, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam yang berlaku hingga 26 November


fin.co.id - Dampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, yang terjadi beberapa hari lalu, masih terus diinventarisasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa tiga orang warga mengalami luka berat dan lebih dari 200 hektare lahan pertanian rusak akibat muntahan material vulkanik gunung berapi tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa ketiga korban luka berat tersebut saat ini sedang menjalani perawatan intensif oleh tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haryoto Lumajang.

Kerusakan material yang tercatat cukup signifikan. Selain lahan pertanian seluas 204,63 hektare yang hancur, Abdul Muhari merinci kerugian infrastruktur lain.

"Selain lahan pertanian seluas 204,63 hektare rusak, ada rumah rusak berat 21 unit, termasuk fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan gardu PLN masing-masing rusak berat satu unit," katanya, Senin 24 November 2025.

Tiga desa dilaporkan menjadi wilayah yang paling parah terdampak material erupsi Semeru. Ketiga desa itu adalah Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Hingga Minggu 23 November 2025, petugas gabungan mencatat ada sebanyak 528 warga dari desa-desa terdampak yang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan menempati pos-pos pengungsian yang telah disiapkan. Mereka tersebar di dua lokasi, yaitu di Pos Pengungsian SMP Negeri 02 Pronojiwo (307 jiwa) dan SDN 04 Supiturang (221 jiwa).

Meski demikian, aktivitas di pengungsian tetap berjalan.

"Meskipun berada di pengungsian, mereka tetap beraktivitas, seperti membersihkan rumah mereka yang terdampak abu vulkanik maupun tetap bekerja," ucap Abdul Muhari.

Untuk meringankan beban para pengungsi, BNPB segera menyalurkan berbagai bantuan logistik. Bantuan tersebut meliputi 300 matras, 300 terpal, 300 selimut, 200 boks masker medis, serta paket kebersihan. Sementara bantuan pangan yang diberikan berupa 1.000 makanan siap saji dan 200 paket sembako.

"Penyerahan bantuan tersebut dilakukan bersama antara BNPB dan perwakilan Komisi VIII DPR RI. Bantuan dimanfaatkan oleh mereka yang tempat tinggalnya terdampak maupun masyarakat sekitar yang turut terpapar abu vulkanik," terang Abdul.

Gunung Semeru dilaporkan meletus pada Rabu 19 November 2025 pukul 16.00 WIB, menurut laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kolom letusan saat itu teramati setinggi sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Dalam letusan dahsyat tersebut, Semeru juga mengembuskan awan panas yang meluncur hingga sejauh tujuh kilometer dari puncak ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram selama sekitar 16 menit 40 detik.

Meskipun aktivitas erupsi dipastikan berakhir pada pukul 18.11 WIB, Pemerintah Daerah dan Badan Geologi masih mempertahankan Status Level IV atau Awas. Penetapan status ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi aktivitas susulan. Atas dasar ini pula, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam yang berlaku hingga 26 November. (*)

Advertisement
Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca