fin.co.id - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengeluarkan keterangan resmi, mengenai kondisi terbaru Gunung Semeru pasca erupsi yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025.
Laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, gunung berapi aktif di Kabupaten Lumajang itu kembali mengeluarkan erupsi disertai luncuran awan panas.
Merespons situasi tersebut, BB TNBTS melalui Pengumuman Nomor PG.17/T.8/TU/HMS.01.08/B/11/2025 memutuskan menutup seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru hingga kondisi dinyatakan aman.
Saat erupsi terjadi, tercatat sebanyak 187 pendaki sedang berada di kawasan Ranu Kumbolo.
Meski cukup dekat dengan puncak Semeru, lokasi tersebut dinyatakan aman karena posisi Ranu Kumbolo berada di sisi utara, sementara alur awan panas dan guguran lava mengarah ke Selatan Tenggara.
Dengan mempertimbangkan cuaca yang mulai buruk dan kondisi yang gela, petugas meminta seluruh pendaki tetap bertahan di Ranu Kumbolo.
Proses turun ke Ranupani baru dilakukan keesokan harinya, Kamis, 20 November 2025 didampingi para petugas.
Rombongan pertama tiba di Pos Ranupani pada pukul 11.45 WIB, diikuti pendaki terakhir pada pukul 14.30 WIB.
BB TNBTS memastikan, bahwa seluruh pendaki dalam kondisi sehat dan selamat setelah melapor di pos.
Hingga kini, aktivitas vulkanik Semeru masih berada pada Status Level IV (Awas). Karena itu, BB TNBTS mengingatkan masyarakat, pendaki, dan pelaku wisata untuk terus mematuhi rekomendasi zona bahaya.