Internasional . 26/11/2025, 18:05 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
1. Teknologi Siluman: Terbang Rendah, Susah Terpantau Radar
Rudal ini memiliki kemampuan low observable, atau siluman, yang memungkinkan dia terbang sangat rendah mengikuti kontur permukaan laut.
Artinya, radar kapal perang—yang biasanya mendeteksi objek dari pantulan gelombang—akan kesulitan menangkap rudal ini.
2. Mesin Turbojet Kompak, Efisien, dan Stabil
Mesin turbojet yang digunakan kecil, tetapi efisien. Ini membuat rudal bisa menempuh jarak jauh dengan stabil, tanpa tanda panas berlebih yang mudah dipindai sensor musuh.
3. Sistem Modular: Gelombang Rudal yang Bisa “Bekerja Sama”
Inilah fitur yang dianggap paling berbahaya dan inovatif.
Setiap rudal bisa dipasangi modul berbeda, seperti:
Sensor inframerah untuk memetakan target
Radar aktif untuk mengunci posisi kapal musuh
Perangkat pengacau elektronik (jammer)
Decoy alias umpan radar
Hulu ledak penghancur
Konsep ini membuat satu gelombang rudal bukan lagi kumpulan senjata identik, melainkan sebuah tim yang bekerja sama.
Contohnya:
Rudal A memetakan formasi kapal musuh
Rudal B mengacaukan radar pertahanan
Rudal C membawa hulu ledak utama
Rudal D bertugas sebagai umpan
Kombinasi seperti ini jelas menyulitkan pertahanan berlapis kapal China yang sangat mengandalkan radar canggih dan sistem anti-rudal seperti HHQ-9 atau HQ-16.
Analis militer internasional, Max Olivier, bahkan menyebut teknologi ini sebagai “lompatan besar yang bisa mengubah permainan di Pasifik.”
“Gelombang serangan Jepang nanti bukan sekadar rudal, tetapi sebuah tim terkoordinasi. Ada yang memetakan target, ada yang mengacaukan radar musuh, ada yang membawa hulu ledak. Dengan konsep ini, pertahanan kapal perang modern jauh lebih mudah ditembus.” ujarnya salam wawancara dengan Reuturo, Senin 25 November 2025
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media